LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Ifrane, ketika Swiss pindah ke Maroko

Tidak seperti kota lainnya di Maroko, Ifrane memiliki pemandangan salju yang indah seperti Swiss.

2014-11-27 19:33:39
Lokasi Wisata
Advertisement

Tidak seperti kota lainnya di Maroko, Ifrane yang terletak di ketinggian 5.460 meter di Atlas Tengah, memiliki pemandangan seperti di Swiss. Dengan rumah-rumah beratap merah, bunga-bunga bermekaran, dan taman-taman dengan fitur danau, kota bergaya Eropa ini pun kerap disebut sebagai Swiss-nya Maroko.

Pemandangan hutan cedar dan padang rumput yang menghijau di musim semi dan memutih di musim dingin menjadi kontras dengan iklim panas dan kering yang mengelilingi kota tersebut. Karena mudah diakses, Ifrane berfungsi sebagai taman bermain yang mengasyikkan di musim dingin.

Photo credit

Advertisement

Ifrane dulunya dibangun oleh Prancis pada tahun 1930-an, selama era protektorat untuk digunakan sebagai administrasi. Prancis tertarik untuk mendirikan kota di Maroko karena iklimnya yang sejuk selama musim panas. Ketika Fes dan Meknes terasa sangat panas, Ifrane justru sangat sejuk.

Di musim dingin, suhu sering turun di bawah titik beku dan gunung di sekitar kota ini tampak diselimuti salju tebal. Seperti dilansir amusingplanet, suhu terendah yang pernah tercatat di Afrika bahkan masih berada di bawah Ifrane yakni -24 derajat C.

Photo credit

Advertisement

Berada di kawasan pegunungan, Ifrane menjadi semacam tempat di mana keluarga kolonial biasanya menghabiskan bulan-bulan musim panas mereka. Konsep "stasiun bukit" ini pertama kali dikembangkan oleh Inggris di India, contoh yang paling terkenal di antaranya adalah Shimla di Himalaya yang menjabat sebagai ibukota musim panas mereka.

Kota semacam ini memang ditujukan untuk keluarga ekspatriat Eropa, mereka sering dirancang sedemikian rupa untuk mengingatkan penduduk asing tentang kampung halaman mereka. Gaya arsitektur, pohon-pohon dan bahkan tanaman bunga di kota ini diimpor langsung dari negara asal mereka di Eropa.

Photo credit

Setelah merdeka dari Prancis, penduduk Maroko mengambil alih kota ini. Mereka memperbesar kota ini, membangun sebuah masjid, pasar dan fasilitas lainnya. Pada tahun 1995, sebuah universitas bergengsi, Al Akhawayn University, dibuka dan Ifrane muncul sebagai destinasi yang paling diinginkan untuk pariwisata domestik.

Photo credit

Alhasil, Ifrane pun terus berkembang baik sebagai destinasi musim panas dan resor musim dingin. Beberapa vila tua di pusat kota telah dibongkar dan diganti dengan kompleks kondominium, sementara pusat liburan dan perumahan terus bermunculan di pinggiran kota tersebut. Banyak pengusaha besar membangun kompleks apartemen di sini untuk tempat berlibur pekerja mereka, dan wisatawan berkantong tebal kerap datang ke sini untuk bermain ski atau sekadar menikmati salju.

Baca juga:
China buat Hello Kitty Park, buka di tahun baru
Pesona Gua Pindaya di Myanmar yang dipenuhi patung Buddha emas
Keunikan kebun-kebun terapung di Danau Inle, Myanmar
Hay-on-Wye, kota sejuta buku di perbatasan Inggris
Hmwe Paya, pagoda yang dihuni ular-ular suci di Myanmar

(mdk/des)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.