Di Tengah Perselisihan dengan ADOR, Hanni NJZ Akhirnya Dapat Visa Baru dari Korea
Sempat menjadi pertanyaan tentang visa Hanni NJZ setelah perseteruannya dengan ADOR, kini Hanni mendapat visa baru dari Korea.
Hanni, salah satu anggota dari grup K-pop NJZ, yang sebelumnya dikenal sebagai NewJeans, baru saja mendapatkan visa baru untuk tinggal di Korea Selatan. Visa lamanya dilaporkan sudah kedaluwarsa di tengah-tengah perselisihan kontrak yang sedang berlangsung dengan agensi grup, yaitu ADOR.
Menurut informasi yang dikutip dari The Korean Times pada Kamis (13/2/2025), melalui akun Instagram yang dikelola oleh orangtua para anggota, penyanyi asal Australia yang berusia 20 tahun itu menerima visa baru pada Selasa, 11 Februari 2025.
Berita ini menjawab pertanyaan yang muncul mengenai status hukumnya di Korea Selatan. Sebelumnya, visa Hanni dilaporkan kedaluwarsa pada awal Februari 2025, setelah pernyataan sepihak dari para penyanyi tersebut pada bulan November mengenai pemutusan kontrak eksklusif mereka dengan ADOR, yang didasarkan pada pelanggaran kewajiban.
Untuk dapat bekerja di industri hiburan di Korea Selatan, orang asing diwajibkan memiliki visa E-6, yang umumnya memberikan izin tinggal hingga dua tahun. Namun, unggahan di Instagram itu tidak menjelaskan jenis visa yang diterima oleh Hanni.
Penerbitan visa Hanni terjadi setelah pengumuman dari para penyanyi minggu lalu bahwa mereka akan mengubah nama grup menjadi NJZ dan berencana untuk melakukan penampilan perdana dengan nama baru di Hong Kong bulan depan.
ADOR, selaku agensi, menegaskan bahwa kontrak mereka masih berlaku dan telah mengajukan gugatan hukum untuk memastikan keabsahannya. Selain itu, perusahaan tersebut juga telah meminta keputusan pengadilan untuk melarang grup tersebut menandatangani kontrak periklanan secara mandiri.
Hanni Dilaporkan sebagai Imigran Ilegal
Hanni pernah dilaporkan sebagai imigran ilegal. Idola K-pop tersebut memiliki kewarganegaraan ganda dari Australia dan Vietnam, yang mengharuskannya untuk mendapatkan visa guna bekerja di Korea Selatan. Menurut informasi dari Koreaboo pada Sabtu, 11 Januari 2025, wanita berusia 20 tahun itu sebelumnya telah memperoleh visa E-6 melalui ADOR, tetapi diduga visa tersebut tidak lagi berlaku karena kontrak antara ADOR dan NewJeans telah "berakhir." Namun, masa berlaku visa Hanni di Korea sebenarnya belum pernah diungkapkan secara jelas.
Dalam laporan yang diterima dari SpoTV, terdapat seorang individu anonim yang melaporkan dugaan status imigrasi ilegal Hanni. Pada tanggal 10 Januari 2025, Divisi Investigasi Kantor Imigrasi Seoul yang berada di bawah Kementerian Kehakiman Korea Selatan menyatakan, "Kami akan mengambil tindakan yang diperlukan setelah hubungan kerja selesai."
Untuk memberikan konteks, ADOR dan personel NJZ saat ini sedang terlibat dalam konflik yang berkaitan dengan kontrak. Selain itu, Kantor Imigrasi Seoul juga menegaskan bahwa mereka tidak dapat memberikan rincian spesifik mengenai kemungkinan pelanggaran hukum imigrasi yang dilakukan oleh individu tertentu.
Status Kependudukan Berdasarkan Kontrak Kerja
Mereka menyatakan, "Kami tidak dapat memberikan rincian spesifik mengenai apakah individu asing tertentu telah melanggar undang-undang imigrasi ... Untuk artis asing yang menggunakan visa E-6, status kependudukan dan durasinya ditentukan oleh kontrak kerja dengan agen lokal. Tindakan yang sesuai akan diambil setelah hubungan kerja tersebut berakhir."
Jika visa Hanni tidak lagi berlaku karena terputusnya kontak dengan ADOR, ia akan membutuhkan visa E-6 melalui agen baru atau visa pencari kerja D-10. Jika tidak, anggota NJZ tersebut akan dipaksa untuk meninggalkan Korea Selatan dalam waktu 15 hari.
Pada hari Kamis, 9 Januari 2025, ADOR mengumumkan melalui akun resmi NewJeans, "Kami informasikan bahwa konten Light Jeans, yang dijadwalkan untuk diunggah pada 10 Januari (2025) pukul 7 malam (waktu Korea), telah dibatalkan karena keadaan internal dan eksternal. Kami mohon pengertian Anda," lapor KBIZoom.
Sebelum pengumuman tersebut, pada hari Sabtu, 4 Januari 2025, NJZ telah menghadiri Golden Disc Awards ke-39, yang menandai berakhirnya jadwal resmi yang mereka janjikan kepada ADOR. Hanya ada beberapa komitmen terkait iklan yang masih tersisa untuk mereka jalani.
Konflik NJZ dengan ADOR
Sejak akhir tahun 2024, NJZ dan ADOR telah terlibat dalam perselisihan hukum. Pada tanggal 27 November 2024, anggota NewJeans mengadakan konferensi pers mendesak, di mana mereka menyatakan bahwa ADOR, yang merupakan label anak perusahaan HYBE, tidak berhasil memperbaiki pelanggaran yang terjadi dalam jangka waktu 14 hari setelah menerima pemberitahuan resmi.
Sebelum konferensi pers berlangsung, ADOR mengirimkan tanggapan yang terdiri dari 26 halaman terkait pemberitahuan akhir dan bukti konten dari NewJeans. Grup tersebut menilai bahwa tanggapan yang diberikan tidak tulus, sehingga memunculkan keraguan mengenai isi dokumen tersebut. Yonhap News TV berhasil memperoleh tanggapan ini secara eksklusif.
Dalam tanggapannya, ADOR menegaskan bahwa kontrak yang ditandatangani dengan NewJeans pada 21 April 2024 tetap berlaku hingga 31 Juli 2029, yaitu tujuh tahun setelah grup tersebut debut. Label ini mengklaim telah berupaya semaksimal mungkin untuk mendukung NewJeans agar bisa berkembang menjadi grup papan atas, baik di pasar domestik maupun internasional, dalam waktu yang relatif singkat.
Mengenai konflik yang melibatkan mantan CEO ADOR, Min Hee Jin, dan perusahaan induk HYBE, ADOR menjelaskan bahwa itu adalah sengketa hukum yang tidak terduga. Mereka menekankan bahwa dukungan terhadap NewJeans tetap konsisten, meskipun terjadi perubahan dalam kepemimpinan.