LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Bukan akal-akalan produsen, ini alasan bungkus snack sebagian besar isinya angin

Bukan akal-akalan produsen, ini alasan bungkus snack sebagian besar isinya cuma angin. Kemasan diisi dengan nitrogen agar snack lebih tahan lama renyahnya meskipun tanpa pengawet. Juga untuk melindungi snack agar tidak remuk saat dikirim.

2018-07-12 14:40:00
Kuliner Unik
Advertisement

Saat membeli snack berupa keripik atau makanan renyah lainnya kita bakal mendapatkan kantung plastik yang menggembung. Terbayang isinya yang melimpah. Tetapi begitu kemasan dibuka ternyata isinya tak sampai separuh. Selebihnya cuma udara saja. Apakah ini cara produsen makanan untuk menyesatkan konsumen?

Sebenarnya ada alasan yang bagus kenapa produsen makanan ringan membuat kemasan produk lebih menggembung. Proses pengemasan dilakukan dengan cara nitrogen flushing. Dilansir Bored Panda, ini adalah proses memasukkan nitrogen ke dalam kemasan makanan ringan. Tujuannya adalah untuk menjaga agar makanan ringan tetap renyah hingga puluhan hari.

Advertisement

Perbandingan isi dan udara dalam kemasan snack ©2018 Bored Panda


Selain itu pengisian udara hingga kemasan menggembung juga membantu agar keripik kentang atau jagung yang kita beli tidak sampai remuk. Makanan yang rapuh seperti keripik sangat mudah hancur. Bahkan dengan kemasan yang menggembung saja bentuknya sudah tak utuh lagi saat sampai ke tangan konsumen. Ini karena proses pengangkutan membuatnya terbentur dan patah. Bayangkan kalau kemasannya tidak diisi udara.

Advertisement

Perbandingan isi dan udara dalam kemasan snack ©2018 Bored Panda


Walaupun begitu, setiap merek makanan ringan memang memiliki presentase perbandingan isi yang berbeda. Ada yang jumlah nitrogennya sampai 50 persen, ada pula yang kurang dari itu.

Juga harus diakui kemasan yang menggembung lebih memakan tempat. Akibatnya berdampak ke biaya yang harus dikeluarkan untuk pengangkutan dan harga yang pada akhirnya harus dibayar oleh konsumen. Belum lagi jejak karbon yang ditinggalkan dari proses distribusi yang panjang tersebut.

Baca juga:
Ekstrem, di 10 negara ini hewan peliharaan malah jadi bahan makanan
Siapa sangka, 6 komoditas ini dulu lebih berharga daripada emas
Ternyata macaron dan macaroon itu 2 makanan yang berbeda, ini penjelasannya

(mdk/tsr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.