3 Siswa SMK dari Malang juarai kompetisi animasi tingkat ASEAN
3 Siswa SMK dari Malang juarai kompetisi animasi tingkat ASEAN. Toby Nugroho Wibisono, Salsabilla Aulia Rahma, Khadijah dari SMK 4 Malang menang lomba animasi SEA Creative Camp 2018 di kategori animasi 2D lewat KIWA: The Adventure of Dayu and Ong.
Anak muda Indonesia kembali membawa prestasi gemilang di kancah internasional. Tiga remaja asal Malang, Toby Nugroho Wibisono, Salsabilla Aulia Rahma, dan Khadijah memenangkan lomba animasi se-ASEAN.
Ketiga siswa SMK 4 Malang menang lomba animasi SEA Creative Camp 2018. Mereka menamai tim mereka dengan sebutan 'animation team - SMKN 4 Malang'. Ketiganya berhasil menjadi pemenang dalam kategori animasi 2D. Mereka mengirimkan karya animasinya yang berjudul KIWA: The Adventure of Dayu and Ong.
Terdapat 13 chapter dalam film tersebut. Di chapter pertama mereka memberikan berjudul Arrival of The Dark Queen. Menceritakan sebuah desa yang bernama Desa Girah dengan penduduknya yang damai. Di dalam desa tersebut hiduplah seorang tokoh agama bernama Uwa Bardah dengan satu anaknya. Seorang anak perempuan bernama Dayu. Dayu ini mempunyai hewan peliharaan, Ong namanya.
Pada suatu hari, langit pun menjadi gelap ketika Uwa Bardah sedang berdoa. Ia merasakan ada yang tidak beres dan sesuatu akan datang. Ia pun meminta Dayu dan Ong untuk masuk ke dalam rumah. Dan benar saja, para penduduk desa secara misterius terkena wabah penyakit, padi di sawah yang rusak dan rumah-rumah terbakar secara misterius.
Seketika itu muncullah sosok wanita bernama Datu. Datu ini merupakan sosok mistis yang mempunyai aura gelap dan berkekuatan jahat. Pertarungan antara Uwa Bardah dan Datu tak bisa terhindarkan. Uwa Bardah berusaha keras melawan, ia pun merasa kesulitan menanganinya.
Tanpa diduga Dayu dan ong pun datang. Mereka membantu Uwa Bardah. Lantas bagaimana Dayu dan Ong bisa mengalahkan wanita mistis tersebut? Tunggu saja kelanjutan dari cerita petualangan dari Dayu.
Dari kisah Dayu tersebut, akhirnya mereka mendapatkan kemenangan. Perasaan senang pun dirasakan oleh mereka tak terkecuali para guru karena telah membanggakan sekolah. Namun terlepas dari itu semua, hasil kerja keras mereka akhirnya membuahkan hasil.
Kemenangan Toby, Salsabilla, dan Khadijah tentunya menjadi prestasi yang membanggakan bagi kota kelahiran mereka. Semoga bisa menjadi pemicu semangat bagi anak muda lain di seluruh Indonesia untuk terus berkarya. Dengan begitu karya anak negeri diakui dunia tak sekadar jadi impian lagi.
Sumber: KapanLagi.com
Baca juga:
Pemkab Siak penuhi janji bangun rumah Buffon, bocah SD juara karate di Belgia
Atlet berprestasi di Asian Games dan Paragames 2018 bakal dapat tambahan bonus
Menpora ingin PBSI evaluasi total hasil Daihatsu Indonesia Masters 2018
Gaya Marcus-Kevin gigit medali emas Indonesia Masters 2018
Bufon Sinaga, bocah SD asal Siak juara karate di Belgia
Siswa SD asal Solo raih emas di Kompetisi Matematika Internasional