LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

WHO: Omicron Tetap Berbahaya Bagi yang Belum Divaksin

"Semakin menular artinya semakin banyak yang dirawat inap, makin banyak kematian, makin banyak orang tidak bisa bekerja, termasuk guru, tenaga kesehatan dan ini menimbulkan risiko munculnya varian lain yang lebih mudah menular dan mematikan ketimbang Omicron."

2022-01-13 12:05:00
WHO
Advertisement

Badan Kesehatan Dunia (WHO) kemarin memperingatkan varian Omicron tetap berbahaya bagi mereka yang belum divaksin.

WHO menuturkan lonjakan kasus Covid global belakangan ini terjadi karena varian Omicron yang lebih mudah menyebar ketimbang varian Delta sebelumnya.

Laman the Guardian melaporkan, Kamis (13/1), lebih dari 15 juta kasus dilaporkan kepada WHO pekan lalu dan jutaan kasus lagi diperkirakan tidak tercatat.

Advertisement

"Meski Omicron tidak lebih parah dari Delta tapi virus ini masih berbahaya--terutama bagi yang belum divaksin," kata Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyes dalam jumpa pers.

"Kita tidak boleh biarkan virus ini menyebar bebas, apalagi masih banyak di dunia yang belum divaksin. Mayoritas mereka yang dirawat di rumah sakit saat ini adalah mereka yang belum divaksin."

Meski vaksin masih sangat efektif dalam mencegah kematian dan sakit parah akibat Covid-19, tapi vaksin tidak sepenuhnya bisa mencegah penularan, kata Tedros.

Advertisement

"Semakin menular artinya semakin banyak yang dirawat inap, makin banyak kematian, makin banyak orang tidak bisa bekerja, termasuk guru, tenaga kesehatan dan ini menimbulkan risiko munculnya varian lain yang lebih mudah menular dan mematikan ketimbang Omicron."

Tedros menuturkan jumlah kematian di seluruh dunia masih stabil di angka 50.00 per pekan.

"Belajar hidup bersama dengan virus ini bukan berarti kita bisa menerima angka kematian ini," kata dia.

Baca juga:
WHO: Lebih dari Separuh Warga Eropa Bakal Terinfeksi Omicron Dua Bulan Lagi
WHO Tetap Rekomendasikan 14 Hari Karantina untuk Pasien Covid-19
WHO: Banyak Bukti Omicron Sebabkan Gejala Ringan Tapi Masih Ada Ancaman
CEK FAKTA: Salah, Video Direktur WHO Soal Vaksin Booster Bisa Bunuh Anak-Anak
Dirjen WHO Optimis Pandemi Covid akan Berakhir di 2022

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.