Waspada, Interpol Sita Vaksin Covid Palsu di China dan Afrika Selatan
Interpol menyampaikan, 400 botol kecil (vial) – atau setara dengan sekitar 2.400 dosis vaksin – berisi vaksin palsu ditemukan di sebuah gudang penyimpanan di Germiston luar kota Johannesburg, Afrika Selatan, di mana petugas juga menemukan masker palsu dan menangkap tiga warga negara China dan Zambia.
Interpol Peringatkan Vaksin Palsu yang Disita di China dan Afrika Selatan, Bisa Jadi “Puncak Gunung Es”
Polisi di China dan Afrika Selatan telah menyita ribuan dosis vaksin Covid-19 palsu, demikian diungkapkan Interpol pada Rabu, memperingatkan kasus ini menunjukkan hanya “puncak gunung es” kejahatan terkait vaksin.
Interpol menyampaikan, 400 botol kecil (vial) – atau setara dengan sekitar 2.400 dosis vaksin – berisi vaksin palsu ditemukan di sebuah gudang penyimpanan di Germiston luar kota Johannesburg, Afrika Selatan, di mana petugas juga menemukan masker palsu dan menangkap tiga warga negara China dan Zambia.
Di China, polisi berhasil mengidentifikasi sebuah jaringan perdagangan vaksin Covid-19 palsu dalam sebuah penyelidikan yang didukung Interpol, yang memiliki 194 negara anggota.
Mereka menggerebek gudang produksi, berhasil menangkap sekitar 80 tersangka dan menyita lebih dari 3,000 vaksin palsu di TKP.
Awal tahun ini Interpol menerbitkan “Orange Notice” memperingatkan pihak berwenang di seluruh dunia bersiap untuk menangani jaringan kejahatan yang menargetkan vaksin Covid-19 baik fisik dan online.
“Sementara kami menyambut hasil ini, ini hanyalah puncak gunung es dalam hal kejahatan terkait vaksin Covid-19,” jelas sekretaris jenderal Interpol, Juergen Stock, dikutip dari The Guardian, Kamis (4/3).
Interpol mengatakan selain penangkapan di Afrika Selatan dan China, mereka juga menerima laporan tambahan tentang distribusi vaksin palsu dan upaya penipuan yang menargetkan badan kesehatan seperti panti jompo.
Interpol juga memperingatkan tidak ada vaksin yang disetujui tersedia untuk dijual secara online.
“Vaksin apa pun yang diiklankan di situs web atau web gelap tidak akan sah, tidak akan diuji dan mungkin berbahaya.”
Pada Desember, Stock juga memperingatkan dalam sebuah wawancara dengan mingguan Jerman WirtschaftsWoche tentang peningkatan tajam kejahatan karena peluncuran vaksin, dengan pencurian dan pembobolan gudang serta serangan terhadap pengiriman vaksin.
Baca juga:
Vaksin Covid-19 Buatan India 81 Persen Efektif
Menteri India Lebih Memilih Vaksin Covid-19 Buatan Dalam Negeri Daripada AstraZeneca
Brasil Catat Kasus Kematian Covid-19 Tertinggi, 1.600 Nyawa Melayang dalam Sehari
Arab Saudi Wajibkan Jemaah Haji Tahun Ini Sudah Divaksin Covid-19
Lansia di Jepang Meninggal Beberapa Hari Setelah Disuntik Vaksin Pfizer
Waspada, Varian Baru Virus Corona Brasil Banyak Sebabkan Pasien Sembuh Tertular Lagi