Wakil Kepala Intelijen Militer Rusia Ditembak Orang Tak Dikenal!
Penembakan yang menimpa wakil kepala intelijen Rusia ini diduga memiliki hubungan dengan situasi di Ukraina.
Seorang pejabat tinggi intelijen militer Rusia dilaporkan mengalami luka tembak di Moskow pada hari Jumat (6/1). Insiden ini merupakan bagian dari serangkaian serangan yang terjadi di tengah meningkatnya pembunuhan terhadap perwira senior militer Rusia yang sering kali dikaitkan dengan Ukraina.
Menurut Komite Investigasi Rusia, Letnan Jenderal Vladimir Alekseyev, yang berusia 64 tahun, ditembak beberapa kali oleh penyerang yang tidak dikenal di sebuah gedung apartemen di kawasan barat laut Moskow.
Setelah kejadian tersebut, Alekseyev segera dilarikan ke rumah sakit dan saat ini sedang mendapatkan perawatan medis, seperti yang dilaporkan oleh AP News.
Juru bicara Komite Investigasi, Svetlana Petrenko, mengungkapkan bahwa penyelidikan telah dimulai, tetapi tidak memberikan rincian mengenai pihak yang diduga terlibat dalam serangan tersebut.
Alekseyev telah menjabat sebagai Wakil Kepala Pertama Direktorat Intelijen Utama militer Rusia sejak tahun 2011 dan dikenal sebagai sosok penting dalam lingkaran intelijen Moskow.
Ia juga pernah dianugerahi gelar Pahlawan Rusia berkat perannya dalam operasi militer Rusia di Suriah. Pada bulan Juni 2023, Alekseyev terlihat berbicara dengan pemimpin kelompok tentara bayaran Wagner, Yevgeny Prigozhin, saat kelompok tersebut mengambil alih markas militer di Rostov-on-Don dalam sebuah pemberontakan singkat yang gagal.
Penembakan ini terjadi hanya sehari setelah berakhirnya perundingan selama dua hari antara delegasi Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat di Abu Dhabi. Tujuan dari pembicaraan tersebut adalah untuk menemukan solusi bagi konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun di Ukraina.
Delegasi Rusia dalam pertemuan itu dipimpin oleh Kepala Intelijen Militer Rusia, Laksamana Igor Kostyukov. Sejak Rusia memulai operasi militernya di Ukraina hampir empat tahun yang lalu, pemerintah Moskow secara konsisten menuduh Kyiv terlibat dalam berbagai pembunuhan yang menargetkan perwira senior militer dan tokoh publik di Rusia.
Meskipun Ukraina telah mengakui keterlibatan dalam beberapa kasus, hingga saat ini belum ada komentar resmi mengenai penembakan Alekseyev.
Serangan Sasar Pejabat di Rusia
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah perwira tinggi Rusia telah menjadi sasaran serangan mematikan. Pada bulan Desember lalu, Letnan Jenderal Fanil Sarvarov, yang menjabat sebagai Kepala Direktorat Pelatihan Operasional Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, kehilangan nyawanya akibat bom mobil.
Kemudian, pada bulan April, Letnan Jenderal Yaroslav Moskalik, yang merupakan Wakil Kepala Departemen Operasional Utama Staf Umum, juga tewas setelah sebuah alat peledak dipasang di mobilnya yang terparkir dekat apartemennya di luar Moskow. Otoritas Rusia mengonfirmasi bahwa pelaku telah ditangkap tak lama setelah insiden tersebut.
Beberapa hari setelah kematian Moskalik, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa ia menerima laporan mengenai "likuidasi" sejumlah tokoh militer Rusia.
Ia menegaskan bahwa keadilan pasti akan datang, meskipun tidak menyebutkan nama-nama secara spesifik. Sebelumnya, pada bulan Desember 2024, Letnan Jenderal Igor Kirillov, yang merupakan Kepala Pasukan Perlindungan Nuklir, Biologi, dan Kimia militer Rusia, juga tewas akibat bom yang disembunyikan di sebuah skuter listrik di luar gedung apartemennya. Dalam serangan tersebut, seorang asistennya juga kehilangan nyawa, dan insiden ini kemudian diakui oleh dinas keamanan Ukraina.