Vladimir Putin Perbanyak Jumlah Prajurit Militer Rusia Jadi 2 Juta
Presiden Rusia, Vladimir Putin, menandatangani dekrit pada Kamis kemarin untuk meningkatkan jumlah prajurit angkatan bersenjatanya.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, menandatangani dekrit pada Kamis kemarin untuk meningkatkan jumlah prajurit angkatan bersenjatanya. Penandatanganan dekrit ini akan mendongkrak jumlah prajurit angkatan bersenjata Rusia dari 1,9 juta menjadi 2,04 juta.
Dikutip dari laman Reuters, Kamis (25/8), dekrit yang akan mulai berlaku 1 Januari 2023 ini akan meningkatkan 137 ribu personel tempur Rusia menjadi 1,15 juta.
Ini bukan pertama kali Putin meningkatkan jumlah personel militer. Pada November 2017, Putin menambah jumlah personel tempur menjadi 1,01 juta dan ditambah dengan prajurit non-kombatan, sehingga jumlah prajurit angkatan bersenjata Rusia menjadi 1,9 juta.
Institut Studi Strategis Internasional melaporkan, hingga awal tahun ini, Rusia memiliki personel militer aktif sebanyak 900 ribu orang dan pasukan cadangan sebesar 2 juta dalam lima tahun terakhir.
Keputusan ini diambil Putin di tengah perang dengan Ukraina. Kedua belah pihak mengalami kerugian, dari kematian prajurit hingga kerusakan.
Sebelumnya Ukraina menyatakan telah kehilangan 9 ribu pasukannya. Sedangkan Rusia diperkirakan telah kehilangan 45 ribu pasukannya.
Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan
Baca juga:
Rusia Berdarah-darah di Ukraina, Tapi Mengapa Putin Makin Berkibar & Dicintai Rakyat?
Putrinya Tewas Dibom, Tokoh Ultranasionalis Rusia Minta Putin Balas Ukraina
Cerita Jokowi Sulit 'Damaikan' Putin dengan Zelenskyy
Rusia Sebut Ukraina Berada di Balik Pembunuhan Putri Tokoh Nasionalis Sekutu Putin
Alexander Dugin, Tokoh Berpengaruh di Balik Keputusan Putin Serang Ukraina
Putri Tokoh Nasionalis Rusia Sekutu Putin Tewas dalam Serangan Bom Mobil
Putin Ungkap Resep Tangani Orang Kecanduan Alkohol