Veteran Sniper Perang Afghanistan Tembak Mati Empat Orang di Florida, Termasuk Bayi
Riley, seorang veteran perang Irak dan Afghanistan, bekerja sebagai pengawal dan penjaga keamanan sebelum ditangkap.
Seorang mantan penembak jitu tentara Amerika Serikat menembak mati empat orang, termasuk seorang wanita dan bayinya yang berumur 3 bulan yang sedang berada di dalam pelukannya. Pelaku kemudian menyerahkan diri ke kepolisian di Florida.
Sheriff Polk County Grady Judd dalam jumpa pers kemarin mengatakan, pelaku diidentifikasi sebagai Bryan Riley, 33 tahun. Dia juga melukai seorang anak perempuan berumur 11 tahun yang harus menjalani operasi karena 7 luka tembakan. Demikian dilaporkan Aljazeera, Selasa (7/9).
Riley yang tidak memiliki hubungan dengan para korban, terlibat baku tembak sengit dengan polisi sebelum dia menyerah. Kemudian dia mencoba untuk merampas pistol polisi saat dirawat di rumah sakit karena luka tembaknya sendiri, jelas Judd.
Riley ditahan tanpa jaminan selama pengadilan pertamanya pada hari Senin. Dia mengatakan dia akan menyewa seorang pengacara, tetapi salah satunya akan ditunjuk untuk Riley sementara itu.
Riley, seorang veteran perang Irak dan Afghanistan, bekerja sebagai pengawal dan penjaga keamanan sebelum ditangkap.
Menurut Judd, pacar Riley mengatakan kepada penyelidik bahwa Riley menderita gangguan stres pasca-trauma dan depresi. Sekitar sepekan lalu kesehatan mentalnya memburuk dan dia mulai "berbicara dengan Tuhan".
"Pada satu kesempatan dia mengatakan kepada detektif: 'Mereka mohon jangan dibunuh tapi saya tetap membunuh mereka,'" kata Judd.
Riley juga mengatakan kepada sherif dia sedang dalam pengaruh narkoba.
Reporter magang: Ramel Maulynda Rachma
Baca juga:
Penembakan Brutal di Amerika Serikat, 3 Orang Termasuk Balita Tertembus Peluru
Toko Senjata Terbesar di AS Akui Pembelian Senjata Api Meningkat Pesat di 2021
Penembakan Massal di FedEx AS, Delapan Tewas dan Puluhan Luka
Polisi Didakwa Pembunuhan Tingkat Dua karena Tembak Pemuda Kulit Hitam Daunte Wright
Polisi yang Tembak Pemuda Kulit Hitam Daunte Wright di AS Mengundurkan Diri
Lagi, Polisi Amerika Tembak Mati Warga Kulit Hitam di Ohio