Uni Emirat Arab Klaim Cegat Sebagian Besar dari 346 Rudal & Drone Iran
Uni Emirat Arab termasuk dalam daftar negara yang menjadi sasaran serangan balasan Iran, mengingat keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di wilayahnya.
Uni Emirat Arab (UEA) mengungkapkan bahwa mereka berhasil mencegat sebagian besar dari total 346 rudal dan pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan oleh Iran ke wilayahnya. Serangan ini terjadi beberapa jam setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi, yang bertujuan untuk mengganti rezim di negara tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan secara daring oleh Kementerian Pertahanan UEA, diinformasikan bahwa dari 137 rudal yang ditembakkan oleh Iran, sebanyak 132 rudal berhasil dicegat. Sementara itu, dari 209 drone yang diluncurkan, 195 unit juga berhasil dihancurkan sebelum mencapai sasaran. Hal ini sebagaimana dikutip dari laporan The Guardian.
Serangan tersebut menargetkan wilayah UEA, termasuk lokasi Pangkalan Udara Al Dhafra yang terletak dekat Abu Dhabi. Pangkalan ini diketahui menjadi tempat penempatan sekitar 5.000 personel militer AS.
Kementerian Pertahanan UEA menegaskan bahwa saat ini mereka berada dalam kondisi siaga penuh untuk menghadapi segala potensi ancaman. Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram resminya, kementerian menyampaikan bahwa semua langkah yang diperlukan telah dan akan terus diambil untuk menghadapi segala upaya yang dapat mengganggu keamanan dan stabilitas negara.
"Keselamatan warga negara, penduduk, dan para pengunjung merupakan prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Pemerintah UEA juga menekankan komitmennya untuk menjaga keamanan nasional di tengah meningkatnya ketegangan regional yang menyusul konflik yang melibatkan Iran, AS, dan Israel. Di sisi lain, Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi pada Minggu (1/3/2026) pagi melaporkan bahwa satu orang tewas dan tujuh lainnya mengalami luka-luka akibat serangan drone.
Insiden ini merupakan serangan kedua yang menargetkan bandara komersial di Uni Emirat Arab dalam waktu 24 jam terakhir. Bandara tersebut adalah markas maskapai Etihad Airways dan menjadi pusat transit yang menghubungkan penerbangan antara Eropa, Timur Tengah, dan Asia. Pihak bandara menyatakan bahwa korban yang meninggal adalah warga negara dari sebuah negara Asia yang namanya tidak disebutkan.