LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Uni Emirat Arab Klaim Cegat Sebagian Besar dari 346 Rudal & Drone Iran

Uni Emirat Arab termasuk dalam daftar negara yang menjadi sasaran serangan balasan Iran, mengingat keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di wilayahnya.

Minggu, 01 Mar 2026 08:50:00
iran
Angkatan Bersenjata Israel (IDF), nama resmi militer Israel, pada Sabtu (28/2/2026), melaporkan bahwa sistem pertahanan dikerahkan untuk mencegat rudal-rudal tersebut. Tampak dalam foto, para (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Uni Emirat Arab (UEA) mengungkapkan bahwa mereka berhasil mencegat sebagian besar dari total 346 rudal dan pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan oleh Iran ke wilayahnya. Serangan ini terjadi beberapa jam setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi, yang bertujuan untuk mengganti rezim di negara tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan secara daring oleh Kementerian Pertahanan UEA, diinformasikan bahwa dari 137 rudal yang ditembakkan oleh Iran, sebanyak 132 rudal berhasil dicegat. Sementara itu, dari 209 drone yang diluncurkan, 195 unit juga berhasil dihancurkan sebelum mencapai sasaran. Hal ini sebagaimana dikutip dari laporan The Guardian.

Serangan tersebut menargetkan wilayah UEA, termasuk lokasi Pangkalan Udara Al Dhafra yang terletak dekat Abu Dhabi. Pangkalan ini diketahui menjadi tempat penempatan sekitar 5.000 personel militer AS.

Kementerian Pertahanan UEA menegaskan bahwa saat ini mereka berada dalam kondisi siaga penuh untuk menghadapi segala potensi ancaman. Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram resminya, kementerian menyampaikan bahwa semua langkah yang diperlukan telah dan akan terus diambil untuk menghadapi segala upaya yang dapat mengganggu keamanan dan stabilitas negara.

Advertisement

"Keselamatan warga negara, penduduk, dan para pengunjung merupakan prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Pemerintah UEA juga menekankan komitmennya untuk menjaga keamanan nasional di tengah meningkatnya ketegangan regional yang menyusul konflik yang melibatkan Iran, AS, dan Israel. Di sisi lain, Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi pada Minggu (1/3/2026) pagi melaporkan bahwa satu orang tewas dan tujuh lainnya mengalami luka-luka akibat serangan drone.

Advertisement
Advertisement

Insiden ini merupakan serangan kedua yang menargetkan bandara komersial di Uni Emirat Arab dalam waktu 24 jam terakhir. Bandara tersebut adalah markas maskapai Etihad Airways dan menjadi pusat transit yang menghubungkan penerbangan antara Eropa, Timur Tengah, dan Asia. Pihak bandara menyatakan bahwa korban yang meninggal adalah warga negara dari sebuah negara Asia yang namanya tidak disebutkan.

Berita Terbaru
  • Sindikasi dan AJI Ungkap Kerentanan Pekerja Kreatif dan Jurnalis di Indonesia
  • Kementan Pastikan Survei Investigasi Desain Program Cetak Sawah di Kalimantan Terealisasi 100 Persen
  • Jerman Tutup Persiapan Piala Dunia dengan Kemenangan atas AS, Kai Havertz Bintang Lapangan
  • Portugal Tundukkan Chile 2-1 dalam Laga Uji Coba Penuh Drama Kartu Merah
  • Pengusaha Peringatkan Potensi PHK Massal di Industri Rokok
  • amerika serikat
  • berita update
  • iran
Artikel ini ditulis oleh
Editor Endang Saputra
K
Reporter Khairisa Ferida
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.