LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Ulama Saudi izinkan perempuan Saudi pergi tanpa cadar

Ralat atas berita sebelumnya yang menyebutkan ulama Saudi membolehkan perempuan tidak pakai jilbab.

2013-04-01 09:31:24
Arab Saudi
Advertisement

Telah terjadi kesalahan pada berita dengan judul "Ulama Saudi sebut perempuan boleh tidak pakai jilbab."

Berita yang benar adalah ulama Arab Saudi, Syekh Ahmad bin Qassim al-Ghamdi, menyatakan perempuan negara itu boleh pergi tanpa ditemani muhrim, tidak bercadar, dan makan di restoran sendirian.

Dengan ralat ini maka berita sebelumnya dicabut, dan diganti dengan berita baru sebagaimana tercantum di bawah ini. Redaksi mohon maaf atas kesalahan berita ini dan menyatakan bertanggungjawab atas segala yang diakibatkannya.

--------------------------

Ulama berpengaruh di Arab Saudi, Syekh Ahmad bin Qassim al-Ghamdi, telah mengeluarkan fatwa membolehkan perempuan negara itu pergi tanpa ditemani muhrim, tidak bercadar, dan makan di restoran sendirian.

Fatwa itu dia keluarkan lewat Twitter. "Orang boleh memandang yang tidak dilarang bagi kaum perempuan, yakni wajah dan telapak tangan mereka," kata Syekh Ghamdi, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Kamis (28/2).

Al-Ghamdi juga menyatakan perempuan Saudi boleh bepergian tanpa izin atau tanpa didampingi suami mereka jika memang tidak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan dalam perjalanan itu.

Baru-baru ini sebuah laporan menyatakan perempuan Saudi merasa terkekang lantaran telah dimonitor oleh sebuah sistem elektronik yang dapat memantau pergerakan para kaum hawa ini jika melewati perbatasan.

Pada November tahun lalu, sebuah laporan menyebut setiap kaum laki-laki Saudi akan menerima pesan singkat (SMS) di telepon seluler mereka yang isinya informasi jika istri atau perempuan di bawah pengawasan mereka meninggalkan Negeri Dua Kota Suci itu. Bahkan, SMS itu tetap diterima para suami meski mereka pergi bersama-sama.

Pada 2011, Manal al-Sherif, yang saat ini menjadi simbol pergerakan kaum perempuan Saudi setelah meminta agar para wanita menentang larangan mengemudi bagi perempuan, mulai menyebarkan informasi ini di Twitter. Ini lantaran dia juga mendapat peringatan dari suaminya.

Al-Sherif menceritakan, ketika itu suaminya menerima sebuah pesan singkat dari pejabat keimigrasian yang menginformasikan bahwa dia telah meninggalkan bandara internasional di Ibu Kota Riyadh.

"Pemerintah Saudi telah menggunakan teknologi untuk mengekang perempuan," kata kolumnis bernama Badriya al-Bisyar. Dia mengkritik pemerintah Saudi dengan sebutan 'kerajaan perbudakan' sebab kaum perempuan hidup terkekang.

Pemerintah Saudi memang melarang perempuan meninggalkan Negeri Dua Kota Suci itu tanpa izin dari suami mereka. Persetujuan itu ditandai dengan memberikan tanda biasa disebut 'Kertas Kuning' kepada istri mereka saat di bandar udara atau di perbatasan.

link berita yang diralat: Ulama Saudi sebut perempuan boleh tidak pakai jilbab http://www.merdeka.com/dunia/ulama-saudi-sebut-perempuan-boleh-tidak-pakai-jilbab.html(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.