BERITA INI TELAH DIRALAT

Ulama Saudi sebut perempuan boleh tidak pakai jilbab

Reporter : Vincent Asido Panggabean | Kamis, 28 Februari 2013 11:20




Ulama Saudi sebut perempuan boleh tidak pakai jilbab
Gadis Saudi. flickr.com

Merdeka.com - Ulama berpengaruh di Arab Saudi, Syekh Ahmed Bin Qassim al-Ghamdi, baru-baru ini mengeluarkan fatwa yang terbilang beda dari ulama Saudi lainnya. Ini lantaran dia menyatakan perempuan Saudi boleh bepergian tanpa izin dari suami mereka, tidak masalah jika tidak memakai jilbab, dan bisa makan bersebelahan dengan lelaki.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Kamis (28/2), dalam pernyataan yang dia unggah di media sosial Twitter, al-Ghamdi, yang juga mantan kepala polisi Syariah di Makkah ini mengatakan, siapa saja boleh melihat apa yang memang sebetulnya tidak dilarang untuk dilihat pada bagian tubuh perempuan seperti wajah dan lengan mereka.

Al-Ghamdi juga menyatakan perempuan Saudi boleh bepergian tanpa izin atau tanpa didampingi suami mereka jika memang tidak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan dalam perjalanan itu.

Baru-baru ini sebuah laporan menyatakan perempuan Saudi merasa terkekang lantaran telah dimonitor oleh sebuah sistem elektronik yang dapat memantau pergerakan para kaum hawa ini jika melewati perbatasan.

Pada November lalu, sebuah laporan menyebut setiap kaum laki-laki Saudi akan menerima pesan singkat (SMS) di telepon seluler mereka yang isinya informasi jika istri atau perempuan di bawah pengawasan mereka meninggalkan Negeri Dua Kota Suci itu. Bahkan, SMS itu tetap diterima para suami meski mereka pergi bersama-sama.

Pada 2011 lalu, Manal al-Sherif, yang saat ini menjadi simbol pergerakan kaum perempuan Saudi setelah meminta agar para wanita menentang larangan mengemudi bagi perempuan, mulai menyebarkan informasi ini di Twitter. Ini lantaran dia juga mendapat peringatan dari suaminya.

Al-Sherif menceritakan, ketika itu suaminya menerima sebuah pesan singkat dari pejabat keimigrasian yang menginformasikan bahwa dia telah meninggalkan bandara internasional di Ibu Kota Riyadh.

"Pemerintah Saudi telah menggunakan teknologi untuk mengekang perempuan," kata kolumnis bernama Badriya al-Bisyar. Dia mengkritik pemerintah Saudi dengan sebutan 'kerajaan perbudakan' sebab kaum perempuan hidup terkekang.

Pemerintah Saudi memang melarang perempuan meninggalkan Negeri Dua Kota Suci itu tanpa izin dari suami mereka. Persetujuan itu ditandai dengan memberikan tanda biasa disebut 'Kertas kuning' kepada istri mereka saat di bandar udara atau di perbatasan.

Berita ini telah diralat dengan berita http://www.merdeka.com/dunia/ulama-saudi-izinkan-perempuan-saudi-pergi-tanpa-cadar-ralat-berita.html

[fas]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Arab Saudi

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Discussed by Smart People
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • PPATK akan telusuri rekam jejak calon pejabat Pemprov DKI
  • [Video] iPhone 6 pamer kemampuan ciamik untuk game!
  • Gara-gara Batman, Christian Bale cemburui Ben Affleck
  • Pemerintah belum punya solusi soal mahalnya harga avtur
  • Lagi, G-Dragon tak mau bahas hubungannya dengan Kiko Mizuhara
  • Berulang kali terlibat narkoba, mantan polisi dituntut mati
  • Bikin rusuh rapat pleno, Yorrys terancam dipecat dari Golkar
  • JK akan evaluasi anggaran subsidi LPG
  • Lucky Hakim sebut Jokowi senang langgar aturan
  • Loyalis Ical endus perusuh di pleno ingin Golkar keluar KMP
  • SHOW MORE