Turki dituding pakai senjata kimia melawan pasukan Kurdi di Suriah
Turki dituding pakai senjata kimia melawan pasukan Kurdi di Suriah. Enam warga sipil menderita gangguan pernapasan dan gejala keracunan gas setelah serangan pasukan Turki terhadap milisi Kurdi di Afrin.
Seorang dokter di sebuah rumah sakit di Afrin, Suriah, mengatakan enam warga sipil menderita gangguan pernapasan dan gejala keracunan gas setelah serangan pasukan Turki terhadap milisi Kurdi di daerah itu.
Laporan itu dimuat di media pemerintah Suriah kemarin.
Jiwan Muhammad, nama dokter itu, mengatakan rumah sakit sedang merawat enam warga sipil yang keracunan itu. Mereka tiba di rumah sakit pada malam sehari sebelumnya dari desa Arandi setelah pasukan Turki menyerang.
Laman Haaretz melaporkan, Minggu (18/2), dokter lain bernama Nuri Qenber mengatakan korban mengalami muntah-muntah, napas tersengal, dan kulit tubuhnya merah bintik-bintik.
Salah satu korban, kata Nuri mengutip tim medis, bola matanya membesar. Kedua dokter menyampaikan informasi itu kepada kantor berita The Associated Press via aplikasi pesan singkat.
Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, dan lembaga Pemantau Hak Asasi Suriah (SOHR) juga mengutip sumber lokal dokter di lokasi.
"Militer Turki mempunyai jet tempur, tank, rudal, dan mereka memakai senjata yang dilarang konvensi internasional, bom napalm dengan klorin," ujar perwakilan milis Kurdi Reizan Hedu kepada kantor berita RIA Novosti.
Meski begitu informasi ini belum bisa dikonfirmasi secara independen.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Heather Nauert mengatakan AS mengetahui informasi serangan itu namun berita itu tidak bisa dikonfirmasi.
"Kami terus menyerukan sikap menahan diri dan perlindungan bagi rakyat sipil di Afrin," kata Nauert.
Baca juga:
Erdogan sebut pasukan AS akan berhadapan dengan Turki, Iran, dan Rusia di Manbij
Selangkah lagi Turki perang dengan AS di Suriah
Ingin habisi milisi Kurdi, Turki minta pasukan AS mundur dari Manbij
Sejarah konflik Turki versus Kurdi
Turki gempur milisi Kurdi di Suriah