Trump usul akses Internet dibatasi supaya ISIS sulit rekrut anggota
Gagasan Trump segera diserang sesama anggota Partai Republik karena langgar UU
Debat kandidat bakal calon presiden Partai Republik kembali menjadi perhatian dunia, pada Selasa (15/12) malam waktu setempat di Amerika Serikat. Dalam sesi ke-5 yang di helat di Kota Las Vegas, Donald Trump sebagai bakal calon terkuat kembali melontarkan pernyataan kontroversial.
Trump mengatakan pembatasan akses Internet, setidaknya di AS, dapat mencegah kelompok teror Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). "ISIS merekrut anggota melalui internet. ISIS mengunakan internet jauh lebih baik dari pada kita," kata Trump, seperti dikutip dari TIME.
Untuk mewujudkan gagasannya, Trump ingin mengumpulkan orang-orang cerdas dari Silicon Valley agar menentukan bagaimana Internet harus dibatasi. Dia yakin bila semua bisa dilakukan, ISIS tidak dapat berkutik.
"Dengan terbuka saya mengatakan bila akan menutup area dimana tempat kita berperang, saya tidak ingin ada seseorang yang ingin membunuh bangsa ini melalui internet," tegasnya.
Pernyataan keras itu langsung disanggah oleh Aggota DPR Negara Bagian Kentucky, Rand Paul. Dia menyebut bila ide pembatasan internet melanggar undang-undang.
Kendati begitu, Trump tidak hilang akal, dan membalas bila niatannya tersebut hanya ditujukan hanya menutup akses-akses ISIS di internet. "Saya tidak berbicara untuk menutup internet seluruhnya, saya berbicara untuk menutup sebagian internet yang mana ISIS berada di dalamnya," pungkas Trump.
Sepanjang Konvensi Capres Partai Republik, Trump masih unggul dari para pesaingnya. Survei oleh Journal/NBC News menunjukkan pengusaha properti tajir berlidah tajam itu mendapat dukungan 27 persen anggota Partai Republik.
Sedangkan rival Trump yang kini perlahan mengancam adalah Senator Ted Cruz (22 persen), Marco Rubio (15 persen). Sedangkan Dokter Bedah Ben Carson, dukunganya melorot menjadi 11 persen saja, setelah sebelumnya lama membayang-bayangi Trump. Partai Republik didukung oleh kalangan konservatif, fanatik agama, serta kulit putih di Negeri Paman Sam.
Baca juga:
Donald Trump twitwar melawan pangeran Saudi
Demi hentikan ISIS, Donald Trump ingin 'tutup' internet
PSI: Pernyataan Trump berbahaya untuk perdamaian dunia
Imam masjid New York sebut pernyataan Donald Trump rendahkan Amerika