Trump batalkan kunjungan Menlu AS ke Korut usai terima surat ancaman
Dua pejabat senior AS mengungkapkan, surat dari wakil ketua Komite Pusar Partai Buruh Kim Yong-chol tiba pada Jumat lalu. Meski tidak menyebutkan dengan jelas isinya, namun surat tersebut cukup membuat Trump dan Pompeo ketar-ketir hingga memutuskan untuk membatalkan perjalanan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan kunjungan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo ke Korea Utara setelah menerima surat bernada 'keras' dari pejabat senior negara tersebut. Pembatalan ini dilakukan hanya beberapa jam setelah perjalanan diumumkan pekan lalu.
Dilansir dari Reuters, Selasa (28/8), dua pejabat senior AS mengungkapkan, surat dari wakil ketua Komite Pusar Partai Buruh Kim Yong-chol tiba pada Jumat lalu. Meski tidak menyebutkan dengan jelas isinya, namun surat tersebut cukup membuat Trump dan Pompeo ketar-ketir hingga memutuskan untuk membatalkan perjalanan.
Kunjungan ini semula dijadwalkan untuk agenda memperkenalkan utusan khusus AS yang baru, Stephen Biegun, kepada rekan mereka di Korut.
Dengan batalkan kunjungan Pompeo, maka untuk pertama kalinya secara terbuka Trump mengakui bahwa upayanya untuk membuat Korut melakukan denuklirisasi gagal. Sebab sejak digelar KTT di Singapura pada 12 Juni lalu dengan Kim Jong-un, tidak perubahan berarti dilakukan Korut.
Media Korut sempat menuding bahwa AS melakukan perdagangan ganda dan mencoba untuk merencanakan hal jahat kepada negara tersebut. Sementara pejabat intelijen dan pertahanan AS telah berulang kali menyatakan keraguan mereka tentang kesedia Korut melakukan denuklirisasi.
Baca juga:
Koran Korea Utara tuding AS diam-diam siapkan rencana jahat buat Pyongyang
Dianggap tak ada kemajuan soal nuklir, Trump batalkan kunjungan Menlu AS ke Korut
Stephen Biegun ditunjuk sebagai utusan khusus AS Korea Utara
Dua bulan usai pertemuan Trump-Kim Jong-un, denuklirisasi Korut dinilai gagal
Pompeo desak Rusia dan ASEAN untuk beri tekanan terhadap Korea Utara
Korea Utara dilaporkan sedang membuat rudal balistik baru