LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Tiga batalion militer Filipina kepung wilayah WNI disekap Abu Sayyaf

Menkopolhukam RI mengatakan siap mengirim perwira untuk asistensi pembebasan, jika Filipina mengizinkan

2016-04-05 14:17:00
Filipina
Advertisement

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan ikut angkat bicara soal perkembangan 10 warga negara Indonesia yang ditawan oleh kelompok militan garis keras Filipina Abu Sayyaf. Luhut mengatakan, dari pihak Filipina sendiri sudah ada pergerakan ke wilayah tempat para anak buah kapal asal Indonesia itu disekap.

Luhut mengungkapkan, ada tiga pasukan militer Filipina yang mengepung wilayah Provinsi Sulu, tempat 10 ABK itu diduga dibawa oleh militan Abu Sayyaf.

"Ya ada tiga batalion," ucap Luhut, saat ditemui di kantornya, Selasa (5/4).

Advertisement

Luhut menyayangkan konstitusi Filipina yang melarang tentara asing masuk negaranya.

"Itu urusan mereka, bukan urusan kita, karena konstitusi dia (Filipina) bilang tidak boleh ada tentara asing masuk ke sana, kecuali atas izin kongres," kata Luhut.

Luhut mengungkapkan jika Filipina mengizinkan, dia akan mengirim perwira ke sana untuk memberikan asistensi.

Advertisement

"Kalau itu mereka izinkan, ada satu atau dua perwira kita untuk datang ke sana. Saya menyarankan kalau bisa perwira dari komando pasukan khusus yang bisa mengasistensi mereka di sana," tutur mantan Danjen Kopassus tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L.P Marsudi mengatakan dalam pertemuan dirinya dengan Presiden dan Menlu, serta Panglima Angkatan Bersenjata Filipina, pihak negeri tetangga itu tampak sangat berkomitmen untuk melakukan yang terbaik dalam upaya pelepasan sandera WNI.

"Hasil pertemuan di Filipina telah saya laporkan secara langsung kepada Presiden RI, proses koordinasi semacam ini akan terus dilakukan baik secara internal maupun dengan pemerintah Filipina. Setiap hari komunikasi juga dilakukan dengan pemerintah Filipina, setiap hari kami masih melakukan komunikasi dan korrdinasi dengan mereka," ujar Retno di kantornya.

Tak hanya berkoordinasi dengan Filipina, Retno juga mengatakan melakukan komunikasi dengan Malaysia. Mengingat lokasi terjadinya perompakan dan penyanderaan berdekatan dengan wilayah Malaysia.

"Pemerintah Malaysia juga menyatakan kesiapan bekerja sama jika ada perubahan situasi yang memerlukan kerja sama Malaysia. Komunikasi saya dengan Menlu Malaysia terbukti sangat berguna dalam menindaklanjuti ditemukannya kapal tongkang Anand 12," pungkas menlu.

Baca juga:
Kemlu temukan kapal 10 WNI sandera Abu Sayyaf dalam kondisi utuh
Kemlu utus 2 pendamping untuk keluarga 10 WNI sandera Abu Sayyaf
Pemerintah pantau ketat perusahaan bayar uang tebusan untuk 10 WNI
Malaysia hentikan sementara semua pelayaran ke selatan Filipina
Abu Sayyaf minta uang tebusan WN Kanada lebih mahal dari WNI
Indonesia desak Filipina jamin nasib 10 WNI disandera Abu Sayyaf

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.