Tiba di Korsel, 229 pemandu sorak Korut senang
Pemilihan pemandu sorak juga tidak sembarang. Mereka melewati proses yang ketat, dipilih melalui latar belakang keluarga mereka, penampilan, keterampilan, dan kesetiaannya kepada Partai yang berkuasa.
Sebanyak 229 pemandu sorak dari Korea Utara tiba di Korea Selatan, Rabu (7/2). Mereka mengenakan mantel merah dan topi hitam. Kedatangan mereka untuk mendukung atlet kedua Korea di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang.
Mereka termasuk di antara 280 anggota delegasi yang melintasi Zona Demiliterisasi yang membagi dua Korea di pos perbatasan Dorasan Utara, Seoul.
Wanita pemandu sorak tampak senang saat tiba di Korea Selatan dan bertukar komentar dengan beberapa wartawan Korea Selatan.
"Saya senang bertemu dengan Anda," kata salah satu pemandu sorak, dilansir dari laman AFP.
Dia mengaku masih merahasiakan penampilan mereka saat menjadi pemandu sorak nanti. "Anda harus menunggu, jika saya katakan sekarang, akan sangat tidak menyenangkan saat melihatnya."
Pemilihan pemandu sorak juga tidak sembarang. Mereka melewati proses yang ketat, dipilih melalui latar belakang keluarga mereka, penampilan, keterampilan, dan kesetiaannya kepada Partai yang berkuasa.
Korea Utara pernah mengirim pemandu sorak untuk tiga acara olahraga internasional yang diselenggarakan oleh South Asian Games 2002 di Busan, Universiade Musim Panas 2003 di Daegu dan Kejuaraan Atletik Asia 2005 di Incheon.
Salah satu anggota pemandu sorak tahu 2005, Ri Sol Ju, kini menjadi istri Presiden Korea Utara Kim Kong Un.
Baca juga:
Pesona pemandu sorak Korea Utara yang siap meriahkan Olimpiade Pyeongchang
Sanksi dicabut, kapal Korut bawa rombongan orkestra diizinkan berlabuh di Korsel
Wapres AS undang ayah eks tahanan Korut hadiri pembukaan Olimpiade Pyeongchang
Tiba di Korsel, ini gaya kelompok orkestra Korut yang akan tampil di Olimpiade
Pesona pemandu sorak Korea Utara yang siap meriahkan Olimpiade Pyeongchang
Sebelum hadiri Olimpiade Pyeongchang, Wapres AS ke Alaska tinjau pertahanan rudal