Terkena tuduhan korupsi, Pangeran Alwaleed klaim akan segera bebas
Miliarder Saudi itu mengungkapkan bahwa dirinya terus mempertahankan posisi tidak bersalah. Dia juga menolak untuk membayar denda dalam jumlah fantastis demi kebebasannya. Dia ingin tetap memegang kendali penuh atas perusahaan investasi globalnya, Kingdom Holding, tanpa menyerahkan aset sedikitpun kepada pemerintah.
Pangeran Arab Saudi Alwaleed bin Talal yang ditangkap dalam operasi antikorupsi besar-besaran di negara tersebut, mengatakan bahwa dirinya akan segera dibebaskan dari segala tuduhan korupsi dan dari tahanan dalam beberapa hari ke depan.
Dalam sebuah wawancara eksklusif di rumah tahanannya, hotel Ritz Carlton, miliarder Saudi itu mengungkapkan bahwa dirinya terus mempertahankan posisi tidak bersalah setiap kali diinterogasi oleh pihak berwenang.
Dia juga menolak untuk membayar denda dalam jumlah fantastis demi kebebasannya. Dia ingin tetap memegang kendali penuh atas perusahaan investasi globalnya, Kingdom Holding, tanpa menyerahkan aset sedikitpun kepada pemerintah.
"Tidak akan ada denda. Hanya beberapa diskusi antara saya dengan pemerintah. Saya yakin kita hampir menyelesaikan semuanya, dan akan tuntas dalam beberapa hari," katanya dalam sesi wawancara tengah malam, dikutip dari lama Reuters, Sabtu (27/1).
Ditemui di kamar mewahnya, Pangeran Alwaleed memang terlihat lebih lusuh dari biasanya. Tubuhnya pun terlihat lebih kurus dibanding terakhir kali muncul ke publik tepatnya pada akhir Oktober tahun lalu. Meski demikian, dia mengaku diperlakukan dengan baik selama dalam tahanan. Dia juga menepis kabar telah dipindahkan ke penjara.
"Saya dirawat dengan baik di sini. Rumor tentang penganiayaan dan pemindahan tahanan dari hotel ke penjara benar-benar salah," tegasnya.
Seakan ingin membuktikan kata-katanya, Pangeran Alwaleed pun kemudian memamerkan kenyamanan kamar yang menjadi tempat penahanannya. Sebuah kamar bertipe suite yang dilengkapi kantor pribadi, ruang makan beraksen emas, dan juga segala makanan vegetarian yang dipilihnya sudah tersedia di atas meja makan.
Dia mengaku lebih banyak menghabiskan waktu dalam tahanan untuk latihan tenis dan menonton program berita tentang bisnis.
Pangeran Alwaleed merupakan salah satu orang terkaya di Saudi. Jumlah kekayaan bersihnya diperkirakan mencapai USD 17 miliar. Kingdom Holdings miliknya memiliki saham diberbagai perusahaan seperti Twitter Inc (TWTR.N) dan Citigroup Inc (C.N). Selain itu, dia juga berinvestasi di hotel-hotel terkemuka seperti George V di Paris dan Plaza di New York.
Kekayaan yang dimilikinya tersebut, menjadi salah satu alasan penangkapannya. Selain dirinya, puluhan pangeran, pejabat senior, dan pengusaha papan atas juga turut ditangkap dan ditahan pada awak November tahun lalu atas perintah Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Pangeran Alwaleed dituduh melakukan pencucian uang, penyuapan, dan pemerasan. Namun, ada sejumlah pihak yang meyakini penangkapan tersebut dilakukan karena pemerintah ingin membangun sebuah pemukiman dengan para tersangka sebagai pemberi modalnya.
Pemerintah meyakini bisa menghasilkan sampai USD 100 miliar dengan cara ini. Dengan harga minyak di negara tersebut yang semakin menurun, jumlah tersebut seperti rezeki nomplok bagi pemerintah.
Selama masa penahanan, pemerintah seakan mengulur-ulur waktu proses penyelidikan. Ada juga beberapa tahanan yang ingin cepat bebas dan bersedia membayar banyak agar bisa dibebaskan, salah satunya adalah Waleed al-Ibrahim, pemilik jaringan televisi regional MBC.
Namun bagi Pangeran Alwaleed sendiri, menghabiskan waktu lebih lama di tahanan tidak masalah karena dia ingin namanya dibersihkan sepenuhnya. Saat ini dia menyebut kasus menimpa dirinya sudah 95 persen selesai.
"Ada kesalahpahaman, dan sedang diselesaikan. Jadi saya ingin tinggal di sini sampai semuanya selesai dan keluar untuk melanjutkan hidup," pungkasnya.
Baca juga:
Mengabdi selama 33 tahun, kepulangan TKI bikin keluarga Saudi menangis haru
Pertama kalinya bioskop dibuka di Arab Saudi setelah 35 tahun
Menhub Budi tawarkan Arab Saudi investasi bangun LRT BSD-Bandara Soekarno-Hatta
Film bioskop mulai diputar di Saudi
Aksi anak-anak dan wanita Yaman angkat senjata dukung Houthi
Wanita di atas 25 tahun kini boleh ke Saudi tanpa ditemani pendamping
Pertama kali, Arab Saudi gelar pameran mobil khusus perempuan