Tentara Rusia: Warga Sipil Ukraina Bisa Tinggalkan Kiev dengan Bebas
Tentara Rusia menyampaikan pada Senin, warga sipil Ukraina bisa "dengan bebas" meninggalkan ibu kota Kiev dan mengklaim angkatan udaranya menguasai wilayah udara Ukraina pada hari kelima invasi.
Tentara Rusia menyampaikan pada Senin, warga sipil Ukraina bisa "dengan bebas" meninggalkan ibu kota Kiev dan mengklaim angkatan udaranya menguasai wilayah udara Ukraina pada hari kelima invasi.
"Semua warga sipil di kota bisa dengan bebas meninggalkan ibu kota Ukraina sepanjang jalan raya Kiev-Vasylkiv. Jalur ini terbuka dan aman," jelas juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov dalam pidato televisi, dikutip dari laman Al Arabiya, Selasa (1/3).
Vasylkiv terletak di barat daya Kiev.
Konashenkov mengisyaratkan Rusia mempersiapkan diri untuk menargetkan kawasan warga sipil di Kiev, menuduh tentara Ukraina menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia.
Dia menyinggung permintaan dari otoritas Ukraina agar warga Kiev tetap di rumah dan menyebut jam malam sebagai bukti atas klaimnya bahwa warga sipil dimanfaatkan sebagai perisal "nasionalis, yang telah menempatkan detasemen artileri dan peralatan militer di daerah pemukiman."
Dia juga menambahkan, Kiev telah diserbu "sekumpulan penjarah, perampok, dan nasionalis yang telah menerima senjata" dari pemerintah.
Konashenkov juga mengklaim penerbangan Rusia memiliki kekuatan udara yang unggul di atas "seluruh wilayah Ukraina."
Di Ukraina tenggara, tentara Rusia telah merebut kota pelabuhan Berdyansk dan kota Energodar, yang memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir, kata Konashenkov.
Juru bicara militer menyampaikan, tentara Rusia menjaga pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, yang terus beroperasi dan tingkat radiasinya normal.
Baca juga:
Presiden Jokowi: Perang di Ukraina Buat Ketidakpastian Global
Inggris Sarankan Warganya Tak Bepergian ke Rusia
Merindukan Damai di Tengah Kehancuran Ukraina
Perundingan Berlangsung 5 Jam, Rusia-Ukraina Bahas Gencatan Senjata
VIDEO: Ratu Kecantikan Ukraina Sebut Pasukan Rusia Penjajah
Kurs Rupiah Menguat Tipis Dibayangi Kekhawatiran Dampak Perang Rusia-Ukraina