LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Tentara Kolombia Bom Markas Kartel Narkoba Terbesar, Delapan Orang Tewas Termasuk Empat Tentara

Serangan bom yang ditujukan kepada Gulf Clan di barat laut Kolombia merupakan yang pertama kalinya terjadi sejak presiden sayap kiri menjabat.

Rabu, 11 Des 2024 10:47:00
kolombia
Ilustrasi bendera Kolombia (pixabay) (© 2024 Liputan6.com)
Advertisement

Presiden Kolombia, Gustavo Petro mengumumkan pada Senin (9/12), empat orang yang diduga anggota kartel narkoba terbesar di Antioquia Kolombia tewas dalam serangan udara yang terjadi pekan lalu di Antioquia, yang dikenal sebagai benteng bagi Klan Teluk, yang terlibat dalam perdagangan narkoba, perdagangan manusia, serta bisnis penambangan emas ilegal yang luas.

Dikutip dari VOA Indonesia, Rabu (11/12), serangan yang menggunakan bom terhadap Gulf Clan atau Klan Teluk di bagian barat laut Kolombia merupakan tindakan pertama yang dilakukan terhadap kelompok tersebut di bawah kepemimpinan presiden sayap kiri. Dalam pernyataannya di media sosial X, Petro menyebutkan bahwa serangan di Antioquia "mengakibatkan empat anggota kartel tewas" dan menambahkan delapan senapan berhasil disita.

Petro juga menegaskan pengeboman ini menghancurkan upaya Klan Teluk untuk memperkuat posisi mereka di daerah tersebut.

Petro mengonfirmasi bahwa dalam operasi tersebut, empat tentara juga tewas secara tidak sengaja saat mereka turun dari helikopter. Sejak lebih dari setengah abad, tentara Kolombia telah menggunakan serangan udara di bawah pemerintahan sayap kanan untuk melawan kelompok gerilya sayap kiri, seperti gerakan Marxis FARC, yang telah meletakkan senjata setelah mencapai kesepakatan damai bersejarah pada tahun 2016.

Advertisement

Pemimpin kelompok Gulf Clan, Dairo Antonio Usuga, ditangkap pada Oktober 2022 dan diekstradisi ke Amerika Serikat, di mana ia dijatuhi hukuman 45 tahun penjara karena terlibat dalam penyelundupan kokain.

Advertisement

Sejak menjabat, Presiden Gustavo Petro telah melakukan dialog dengan beberapa kelompok bersenjata. Pada awal tahun 2023, ia mengumumkan gencatan senjata sepihak dengan Klan Teluk, namun gencatan senjata tersebut segera dicabut.

Advertisement
Berita Terbaru
  • Di Hadapan Belasan Ribu Pelaksana MBG, Prabowo: Kepentingan Rakyat di Atas Semua Kepentingan
  • Fakta dan Peran Presiden Prabowo di Balik Terbongkarnya Korupsi Dadan Hindayana Cs di BGN
  • Dadan Hindayana Cs Kantongi Rp1 Miliar dari Yayasan SPPG Tiap Hari
  • Tiga Santri di Lombok Tengah Diduga Dibakar Teman, Satu Meninggal Dunia
  • Grab Bantah Kabar Bakal Keluar dari Indonesia, Tegaskan Komitmen Dukung Ekonomi Digital
  • berita update
  • gustavo petro
  • kartel narkoba
  • kolombia
  • konten ai
  • merdekaglobal
Artikel ini ditulis oleh
Editor Hari Ariyanti
T
Reporter Tim Global, Tanti Yulianingsih
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.