LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Tentara AS kini bisa berhijab

Tentara AS kini bisa berhijab. Militer Amerika Serikat (AS) kini memberikan kebebasan kepada sejumlah wanita yang mengabdi sebagai seorang tentara untuk mengenakan hijab. Tak hanya soal hijab, penggunaan turban maupun jenggot juga ikut dilegalkan.

2017-01-10 18:14:13
Hijab
Advertisement

Militer Amerika Serikat (AS) kini memberikan kebebasan kepada sejumlah wanita yang mengabdi sebagai seorang tentara untuk mengenakan hijab. Tak hanya soal hijab, penggunaan turban maupun jenggot juga ikut dilegalkan.

Dilansir independent.co.uk, Selasa (10/1), regulasi ini telah mendapatkan persetujuan langsung dari Kesekretariatan Angkatan Darat, di mana para tamtama di level terbawah boleh menggunakan hijab maupun turban.

Meski demikian, penggunaan hijab maupun turban tersebut harus disesuaikan dengan seragam prajurit, serta tahan api. Aturan ini wajib dipatuhi dengan alasan apapun.

Dalam memonya, Sekretaris Angkatan Darat AS Eric Fanning menyatakan, "Sejak 2009, telah muncul permintaan agar militer memberikan akomodasi bagi umat beragama ke dalam penggunaan seragam dan keimanan yang terdiri atas tiga praktik, yakni keharusan berhijab, jenggot serta penggunaan sorban."

Atas dasar itu, seluruh komandan brigade diminta untuk menjalani peraturan baru ini dan memberikan kebebasan kepada seluruh prajurit untuk menggunakannya. Namun, sejumlah aturan teknis seperti penggunaan pelindung kepala tetap wajib dipatuhi.

"Semua prajurit harus memakai helm tempur lanjutan dan pelindung kepala lainnya sesuai dengan pedoman teknis yang berlaku. Jika diperlukan, tentara akan memodifikasi penempatan dan gaya rambut mereka untuk mendapatkan ukuran yang tepat. Penghapusan bantalan helm untuk ukuran atau kenyamanan tidak diizinkan kecuali diizinkan oleh pengguna teknis yang berlaku."

Angkatan Darat AS, melalui juru bicara mereka menyatakan akan mematuhi aturan tersebut.

"Angkatan Darat telah mengkaji kebijakan tersebut sekaligus memastikan memberikan prajurit memiliki kesempatan untuk melayani, terlepas apapun latar belakang agama mereka."

Baca juga:
Trump tunjuk menantu jadi penasihat senior di Gedung Putih
Tak peduli ancaman AS, Korut bakal tes rudal setiap saat
Teror Florida berlanjut, polisi wanita ditembak mati
Mimpi Trump kembalikan kedigdayaan militer AS jadi terkuat di dunia
Kapal perang AS 'hadiahi' tiga tembakan ke kapal militer Iran

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.