Tembak mati warga Palestina, serdadu Israel cuma divonis 18 bulan
Tembak mati warga Palestina, serdadu Israel cuma divonis 18 bulan. Sersan Elor Azaria, tentara Israel yang merupakan terdakwa penembak mati warga Palestina dijatuhi hukuman penjara selama 18 bulan. Hukuman yang diberikan kepada Elor membuat opini publik terutama di kalangan masyarakat Israel soal kode etik militer.
Sersan Elor Azaria, tentara Israel yang merupakan terdakwa penembak mati warga Palestina dijatuhi hukuman penjara selama 18 bulan. Hukuman yang diberikan kepada Elor membuat opini publik terutama di kalangan masyarakat Israel, politisi, dan anggota militer. Sebagian besar mempertanyakan kode etik militer.
Dilansir dari laman CNN, Selasa (21/2), Azaria didakwa karena telah melanggar aturan yang tidak dibenarkan dalam operasi militer, yakni menembak Abdul Fatah al-Sharif, pemuda Palestina yang tengah terbaring luka. Saat itu, posisi al-Sharif tidak sedang mengancam keselamatan terdakwa, warga sipil atau tentara Israel lainnya di kawasan itu.
Insiden tersebut terjadi di saat Azaria tengah bertugas di Hebron, sebuah kota besar di Tepi Barat Palestina dengan sedikit populasi warga Israel. Saat itu, prajurit Israel diserang hingga mengalami cedera ringan. Kemudian Azaria mengokang senjatanya dan menembak al-Sharif di kepala hingga tewas di lokasi.
Awalnya Azaria membantah tuduhan yang dilayangkan kepadanya tetapi tiga anggota hakim militer telah membuat keputusan bulat dan menyatakan Azaria bersalah atas perbuatannya.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga telah memohon kepada presiden untuk mengampuni Azaria. Namun proses hukum terhadapnya tetap dilakukan hingga akhirnya dia didakwa hukuman penjara.
Sementara itu, saat putusan dibacakan, sebanyak 150 pengunjuk rasa berkumpul di luar pengadilan. Mereka merupakan aktivis sayap kanan yang mendukung Azaria. Beberapa dari mereka membawa spanduk bertuliskan "teroris harus mati" dan "orang-orang pendukung Israel yang hormat kepada pahlawan tentara Elor Azaria".
Saat tengah diadili, tidak tampak ekspresi bersalah dan penyesalan dari raut wajah Azaria.
Baca juga:
Israel ingin dirikan negara Palestina di semenanjung Sinai
Netanyahu minta Trump restui kuasa Israel atas dataran tinggi Golan
Usai bertemu PM Israel, Trump tarik kebijakan Solusi Dua Negara
Menteri Israel tawari pembangunan Suriah asal ditukar dengan Golan
Didatangi Netanyahu, Ini cara Trump damaikan Israel-Palestina