Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Didatangi Netanyahu, Ini cara Trump damaikan Israel-Palestina

Didatangi Netanyahu, Ini cara Trump damaikan Israel-Palestina Donald Trump. © yahoo.com

Merdeka.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mulai menggelar kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat (AS). Dia tiba di negeri Paman Sam sejak Selasa (14/3) kemarin di Bandara Internasional Dulles, dan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson menjadi orang pertama yang ditemuinya.

Sebelum terbang ke negara adidaya itu, Netanyahu membawa beberapa misi untuk dibicarakan secara langsung dengan Presiden Donald Trump. Beberapa di antaranya adalah perdamaian dengan Palestina, memberangus solusi dua negara dan mencari dukungan atas kebijakan barunya untuk membangun permukiman baru di tanah jajahannya.

Dilansir harian The Telegraph, Rabu (15/2), rupanya Trump sudah memiliki agenda tersendiri terkait perdamaian di Timur Tengah. Berbeda dengan Barack Obama, pengusaha properti asal New York ini tidak suka dengan usulan Solusi Dua Negara yang digembar-gemborkan negara-negara Eropa, dan menaruhnya kembali ke meja perundingan.

Seorang pejabat Gedung Putih kepada awak jurnalis di AS mengungkapkan, presiden sendiri berkeinginan untuk memfasilitasi perundingan baru bersama kedua belah pihak. Trump berharap akan membuat Israel dan Palestina saling bertemu.

Pejabat yang enggan disebutkan namanya karena merasa tidak berwenang mengungkap informasi itu kepada publik menyebut, proses damai diserahkan sepenuhnya kepada perwakilan dari Israel dan Palestina. AS sendiri hanya akan bertindak sebagai fasilitator, tidak akan ikut campur atau mendikte pertemuan itu.

"Tujuan utamanya adalah perdamaian, terlepas nantinya akan kembali ke dalam bentuk Solusi Dua Negara," ujarnya.

Netanyahu sendiri dijadwalkan akan bertemu dengan Trump di Gedung Putih siang ini, setelah itu dia akan menuju ke Capitol Hill untuk bertemu dengan para legislator. Trump pernah mengaku tertantang untuk menggunakan kemampuannya dalam menegosiasikan perdamaian di Timur Tengah, dan menantunya Jared Kushner dianggap sebagai orang yang pantas mewakilinya.

Sumber dari Gedung Putih sendiri disebutkan akan mendiskusikan perdamaian salah satunya perluasan permukiman Israel, Iran dan kampanye Trump untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Jerusalem.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP