Swiss siap denda wali murid yang tolak bersalaman dengan guru
Mereka akan didenda hingga Rp 68 juta.
Pemerintah daerah Basel di Swiss hari ini memutuskan, agama tidak menjadi alasan pengecualian untuk bersalaman dengan guru, termasuk mereka yang berlainan jenis kelamin.
Sebelumnya sebuah sekolah di Swiss mengambil keputusan kontroversial, yakni memberi pengecualian bagi siswa muslim laki-laki untuk tidak bersalaman dengan guru perempuan mereka.
Para orangtua dan wali murid yang menolak bersalaman dengan para guru di Basel, bisa didenda hingga 5000 Swiss Franc (setara dengan Rp 68,8 juta) sesuai aturan pendidikan daerah.
"Seorang guru mempunyai hak untuk berjabat tangan," ungkap pernyataan pemerintah daerah, seperti dikutip laman Today Online, rabu (25/5).
Sebelumnya, aturan yang membolehkan siswa tidak bersalaman dengan guru ini muncul setelah dua siswa laki-laki mengajukan keberatan atas tradisi salaman antara murid dan guru. Mereka mengatakan tradisi itu bertentangan dengan ajaran yang mereka anut, jika yang diajak bersalaman adalah guru perempuan.
Kedua siswa itu menuturkan Islam tidak membolehkan laki-laki dan perempuan bukan muhrim saling bersentuhan.
Baca juga:
Siswa muslim Swiss tolak salaman dengan guru wanita
Kena rayu, sipir cantik bantu napi pemerkosa kabur dari penjara
Melihat lebih dekat terowongan kereta terpanjang di dunia
Melihat lebih dekat berlian biru terbesar seharga Rp 500 miliar
Mengenang kejayaan karya Charlie Chaplin
Setiap penduduk dewasa Swiss diberi tunjangan Rp 34 juta/bulan
Negara Eropa ramai-ramai berencana kasih tunjangan ke penduduknya