Somalia gabung IORA, bagi pengalaman hadapi bajak laut
Perompak Somalia sempat hantui kapal dagang lewat Samudra Hindia. Tiga tahun terakhir serangan menurun
Somalia bakal jadi negara anggota ke-21 Indian Ocean Rim Association (IORA). Keikutsertaan Somalia diharapkan dapat memperdalam pengetahuan negara-negara di kawasan Samudra Hindia untuk memberantas kejahatan bajak laut.
Sekretaris Jenderal IORA, K. V. Bhagirath, mengatakan Somalia dapat berbagi pengalaman dengan negara lain mengenai keamanan maritim, termasuk pembajakan dan isu lainnya.
Bhagirath juga meminta para negara anggota IORA untuk membantu Somalia, terutama mengenai pembajakan. Anggota IORA seperti Indonesia, juga punya masalah bajak laut di Selat Malaka.
"Saya melihat adanya penurunan tingkat ketidakamanan maritim di bagian barat Samudra Hindia, dan inilah yang perlu dilakukan IORA untuk menggiring Somalia dalam arus kemajuan," kata Bhagirath, di Hotel Mercure, Padang, Kamis (22/10).
Sejak pergantian milenium, aksi perompak kapal meningkat di perairan Somalia. Target-target penyanderaan para bajak laut itu adalah kapal asing. Kapal dagang dari Indonesia serta kapal milik PT Pertamina pernah pula jadi korban.
Kerugian akibat serangan anak muda pengangguran di pesisir Somalia terhadap kapal di rute internasional pernah mencapai USD 6,9 miliar pada 2011. Tiga tahun terakhir, serangan bajak laut menurun berkat kerja sama pengamanan Somalia bersama NATO, China, dan Uni Eropa.
Baca juga:
Indonesia usul kepala negara hadir di forum bangsa Samudra Hindia
Di tangan Indonesia, kawasan Samudra Hindia diklaim bakal kian maju
20 Negara perkuat keamanan & kesejahteraan kawasan Samudra Hindia
Indonesia ditunjuk jadi ketua perkumpulan negara Samudera Hindia
Bhagirath juga mengungkapkan, selama beberapa tahun terakhir, dia melihat kasus pembajakan di Somalia mulai berkurang. Dari pemberitaan, hanya sekitar dua atau tiga kasus saja yang terjadi.
Hal ini dinilai lumayan baik untuk Somalia. Walaupun begitu, Bhagirath juga mengatakan, alasan pembajakan terjadi lantaran industri perikanan, dimana terjadi pengambilan sumber daya perikanan dari negara luar Somalia.
"Walaupun begitu, saya percaya bahwa ke depan Somalia akan terus bekerja sama dengan IORA untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi. Dan kerja sama keamanan maritim di Samudra Hindia dapat berjalan dengan baik," urai Bhagirath.
Sayangnya, perwakilan Somalia berhalangan hadir pada pertemuan tingkat pejabat tinggi yang berlangsung kemarin, Rabu (21/10). Namun, berkas dokumen pertemuan itu segera dikirimkan kepada pemerintah Somalia oleh sekretariat IORA.
Baca juga:
Isu pembajakan laut di Somalia bakal dibahas di Padang
Kisah pemburu monster laut di Somalia
Somalia baru punya mesin ATM pertama
Empat kisah perjuangan para pencari suaka
Lima negara dengan pejabat paling korup sedunia