LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Setelah Aleppo, Ghouta Timur jadi ajang perang propaganda baru di Suriah

Setelah Aleppo, Ghouta Timur jadi ajang perang propaganda baru di Suriah. Rusia dan Suriah menuding pemberontak menghalangi warga sipil meninggalkan Ghouta Timur selagi gencatan senjata. Pemberontak membantah dengan mengatakan warga sipil menolak pergi karena mereka takut dengan pemerintah.

2018-03-06 07:12:00
Konflik Suriah
Advertisement

Pemberitaan tentang konflik Suriah belakangan ini dibanjiri kabar soal pertempuran kian memanas di Ghouta Timur dekat Ibu Kota Damaskus.

Presiden Basyar al-Assad kemarin mengatakan pasukannya akan terus menggempur tentara pemberontak di Ghouta Timur.

"Kami akan terus memerangi terorisme dan operasi di Ghouta adalah kelanjutan dari memerangi terorisme itu," ujar Assad kepada wartawan yang disiarkan televisi pemerintah, seperti dilansir laman Middle East Monitor, Senin (5/3).

Advertisement

Seperti Aleppo 2016 lalu yang sempat dikuasai pemberontak hingga dibebaskan oleh pasukan Suriah dibantu Rusia, Ghouta pun kini jadi ladang subur bagi perang propaganda kedua pihak bertikai. Rusia dan Suriah menuding pemberontak menghalangi warga sipil meninggalkan Ghouta Timur selagi gencatan senjata. Pemberontak membantah dengan mengatakan warga sipil menolak pergi karena mereka takut dengan pemerintah.

Assad menyangkal segala pernyataan pihak negara Barat tentang kondisi kemanusiaan di Ghouta Timur yang dikatakan kian mengkhawatirkan.

Amerika Serikat dan negara Barat kembali melancarkan tudingan propaganda tentang penggunaan senjata kimia oleh pasukan pemerintah Suriah di Ghouta Timur seperti yang pernah terjadi di Aleppo tahun lalu.

Advertisement

serangan roket hantam rumah sakit di aleppo ©2016 AFP PHOTO/GEORGE OURFALIAN



Meski begitu juru bicara Kementerian Pertahanan AS Dana White dalam jumpa pers Kamis lalu mengatakan AS belum menemukan bukti penggunaan senjata kimia di Ghouta Timur.

Bulan lalu juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Heather Nauert menuding Damaskus menggunakan senjata kimia di Kota Saraqib, Provinsi Idlib. Dia mengatakan Washington meyakini Rusia melindungi pemerintah Suriah dari tudingan penggunaan senjata kimia. Pernyataan itu dibantah oleh Kementerian Pertahanan Rusia yang menyebut tudingan AS itu hanya berdasarkan rumor dan informasi dari pasukan militan, semua tuduhan serupa selama ini tidak pernah disertai bukti.

Finian Cunningham, jurnalis Irlandia yang banyak menulis isu Timur Tengah dan Afrika Timur menyebut pemerintahan Barat beserta media mereka dan PBB selama ini melancarkan propaganda busuk dalam konflik Suriah.

PBB sempat mengatakan kondisi di Ghouta Timur sudah seperti 'neraka di bumi'. Dilansir dari laman Strategic Culture, Media Barat, kata Cunningham, juga tak henti-hentinya melaporkan kondisi Ghouta Timur hanya dari satu sisi yang terus digempur pasukan Suriah.

Pemerintah Suriah dan Rusia dituduh membantai warga sipil dengan serangan bombardir di Ghouta Timur. Rusia menyangkal dengan mengatakan mereka tidak dengan sengaja menyasar warga sipil sedangkan pemerintah Suriah menyebut para militan di Ghouta Timur melancarkan serangan mortir ke Damaskus.

Dengan laporan mereka yang tidak berimbang, media Barat membandingkan kondisi Ghouta Timur dengan Aleppo pada 2016. Pasukan Suriah didukung Rusia akhirnya menguasai kembali Aleppo setelah kota kedua terbesar di Suriah itu sempat dikuasai pemberontak selama empat tahun.

Koran Amerika The Washington Post pekan ini menulis, 'Dunia hanya terdiam ketika pembantaian terjadi di Suriah'. Dengan mengutip 'aktivis' dari Ghouta Timur, Washington Post menggambarkan kondisi 'rumah sakit yang banjir darah', 'kuburan penuh potongan tubuh, ' dan 'anak-anak terdiam di tengah puing reruntuhan bangunan'.

Penggambaran ini persis sama dengan yang ditulis media Barat tentang Aleppo Timur ketika pasukan Suriah dan Rusia dituding melakukan kejahatan perang di kota itu.

"Mengapa Barat dan PBB serta media Barat tidak melaporkan kondisi Aleppo sekarang yang sudah kembali dikuasi pemerintah selama lebih dari setahun?" tanya Cunningham.

Salah satu alasannya, kata dia, adalah karena warga Aleppo sudah kembali merasa bahagia dan damai setelah pasukan Suriah dan Rusia membebaskan kota itu dari cengkeraman pemberontak.

"Itu sebabnya Aleppo bukan lagi 'berita' bagi media Barat. Aleppo sudah tidak sesuai dengan narasi propaganda mereka," kata Cunningham.

Selama pertempuran di Aleppo, media Barat hanya mengandalkan sumber dari video dan klaim dari kelompok mengaku sebagai pekerja kemanusiaan, White Helmets, yang ternyata setelah dibongkar kedoknya oleh sejumlah jurnalis investigasi di Suriah, adalah bagian dari jaringan pemberontak al-Nusra yang berhubungan dengan Al Qaidah. Di Ghouta Timur media Barat juga kembali mengandalkan sumber dari White Helmets.

"Media Barat tidak melaporkan tentang perang, mereka adalah bagian dari perang dengan menyebarkan propaganda untuk kelompok teror seperti al-Nusra," kata Cunningham.

Baca juga:
Aktivis AS mengaku salah karena sebar foto palsu konflik Suriah
Penyidik PBB sebut Korut kirim pasokan senjata kimia ke Suriah
Demi bantuan kemanusiaan, perempuan Suriah jadi korban kekerasan seksual
Rasa kemanusiaan kembali terusik di Suriah, pertempuran memanas di Ghouta Timur
Membandingkan kekuatan pasukan baret hijau Iran Vs Brigade ke-35 Israel

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.