Setahun usai kudeta militer, Turki kembali pecat 7.000 orang
Setahun usai kudeta militer, Turki kembali pecat 7.000 orang. Sedikitnya 2.303 polisi, 302 akademisi dan 342 pensiunan pegawai dan tentara dipecat dari posisi mereka.
Setahun setelah kudeta militer gagal di Turki pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan memecat lebih dari 7000 orang di kepolisian, pegawai kementerian, dan akademisi. Sedikitnya 2.303 polisi, 302 akademisi dan 342 pensiunan pegawai dan tentara dipecat dari posisi mereka.
Kantor berita Reuters melaporkan, Jumat (14/7), kemarin Turki memperingati setahun kudeta militer setelah tentara melepaskan tembakan ke arah warga sipil dan mengebom sejumlah bangunan. Lebih dari 250 orang tewas dalam insiden itu.
Pemerintah Turki menuding Gerakan Gulen yang dipimpin ulama Fethullah Gulen sebagai dalang kudeta Juli tahun lalu.
Gulen yang masih berada di Amerika Serikat menyangkal tuduhan itu. Washington sejauh ini masih menolak permintaan ekstradisi dari Turki terhadap Gulen.
Dalam pernyataan pemerintah, mereka dipecat dari posisinya karena 'melawan pemerintah dan menjadi anggota organisasi teroris'.
Keputusan pemerintah itu diterbitkan dalam dekrit pada 5 Juni lalu namun baru dipublikasi oleh koran pemerintah Jumat kemarin.
Sejak kudeta tahun lalu Turki sudah memecat lebih 150 ribu orang dan menangkap lebih dari 50 ribu orang dari militer, polisi, dan institusi lainnya.
Baca juga:
Turki pecat 10 ribu PNS terkait kudeta militer
Turki cium keterlibatan direktur CIA & jaksa AS dalam upaya kudeta
Kejaksaan Turki perintahkan penangkapan 243 personel militer
Dituduh teroris, dua warga Turki ditangkap aparat Malaysia
Dubes Turki menangis saat peringati gagalnya kudeta militer