Serangan Penikaman Massal di Jerman, Dua Orang Tewas Termasuk Seorang Balita
Tersangka penikaman menjadi sorotan pihak berwenang setidaknya tiga kali akibat tindakan kekerasan yang dilakukannya.
Dua orang, termasuk seorang anak laki-laki berusia dua tahun, kehilangan nyawa dan tiga lainnya mengalami luka-luka akibat serangan penusukan yang terjadi di Bavaria, Jerman, pada Rabu (23/1). Tersangka, yang merupakan mantan pencari suaka yang seharusnya sudah meninggalkan Jerman, berhasil ditangkap.
Kanselir Olaf Scholz menekankan pentingnya pihak berwenang untuk menjelaskan alasan mengapa tersangka masih berada di negara tersebut. Ia juga menyatakan penikaman ini terjadi sebulan menjelang pemilihan nasional, di mana isu pembatasan migrasi ilegal menjadi sangat krusial, dan peristiwa ini seharusnya memiliki konsekuensi yang berarti.
Serangan tersebut berlangsung menjelang tengah hari di sebuah taman di Aschaffenburg, sebuah kota yang dihuni sekitar 72.000 orang. Joachim Herrmann, pejabat keamanan tinggi Bavaria, mengungkapkan penyerang menggunakan pisau dapur untuk menyerang bocah laki-laki tersebut, yang merupakan bagian dari kelompok anak-anak di taman kanak-kanak.
Menurut Herrmann, anak berusia dua tahun asal Maroko itu meninggal dunia, bersama dengan seorang pria Jerman berusia 41 tahun yang tampaknya berusaha melindungi anak-anak lainnya. Dua orang dewasa dan seorang gadis Suriah berusia dua tahun juga terluka dan langsung dilarikan ke rumah sakit, namun keadaan mereka tidak dalam bahaya.
"Seorang pejalan kaki lainnya mengejar tersangka dan berhasil menangkapnya dalam waktu 12 menit setelah serangan tersebut," ujar Herrmann.
Ia menambahkan bahwa tersangka, seorang pria Afghanistan berusia 28 tahun, sudah menjadi perhatian pihak berwenang setidaknya tiga kali karena tindakan kekerasan. Pada setiap kejadian, dia diharuskan menjalani perawatan psikiatris sebelum akhirnya dibebaskan. Herrmann juga menyatakan tersangka penikaman ini diduga telah tiba di Jerman pada November 2022 dan mengajukan permohonan suaka di awal tahun 2023.
Pada 4 Desember, ia menginformasikan kepada pihak berwenang bahwa dia berencana untuk meninggalkan Jerman secara sukarela dan meminta dokumen dari konsulat Afghanistan. Seminggu setelahnya, otoritas Jerman secara resmi menutup proses suakanya dan memerintahkannya untuk pergi.
Herrmann menyatakan polisi akan melakukan penyelidikan selama beberapa hari ke depan untuk mengidentifikasi motif dari tindakan tersebut, dan sejauh ini, kecurigaan mengarah pada kondisi kesehatan mentalnya. Penggeledahan pertama di tempat tinggalnya di rumah pengungsi tidak menemukan bukti adanya pandangan ekstremis, hanya obat-obatan yang sesuai dengan perawatan psikiatrisnya.
Serangan ini menjadi isu sensitif secara politik menjelang pemilihan umum nasional Jerman yang akan datang.