Serangan bom mobil nyaris tewaskan petinggi Hamas
Hamas kini tidak langsung menuding Israel adalah dalang di balik kejadian itu. Mereka menyatakan bisa saja itu adalah ulah kelompok radikal Salafi di Jalur Gaza, yang tidak sepakat dengan sikap Hamas soal Palestina.
Kepala Keamanan Hamas di Jalur Gaza, Taufiq Abu Naim, nyaris tewas dalam serangan bom mobil. Dia mengalami luka-luka setelah sebuah bom diletakkan dalam mobil meledak ketika dia keluar dari sebuah masjid.
Dilansir dari laman Reuters, Sabtu (28/10), insiden itu terjadi pada Jumat kemarin. Walau demikian, Hamas kini tidak langsung menuding Israel adalah dalang di balik kejadian itu. Mereka menyatakan bisa saja itu adalah ulah kelompok radikal Salafi di Jalur Gaza, yang tidak sepakat dengan sikap Hamas soal Palestina. Sedangkan Israel tidak memberikan pernyataan apapun soal kejadian itu.
Hamas sedang gencar memerangi kelompok Salafi radikal yang merongrong mereka di Jalur Gaza. Bahkan mereka menahan salah satu petingginya. Hamas juga membantu Mesir dengan memerangi kelompok bersenjata di Semenanjung Sinai, sebagai balas jasa karena memfasilitasi perundingan damai dengan Fatah.
Hamas mengatakan mereka saat ini mengubah pendirian organisasi supaya bisa membangun Palestina bersama dengan Fatah. Mesir menjadi penengah perundingan damai Fatah dan Hamas. Di dalam perjanjian, keduanya menyepakati pengaturan perbatasan dan nasib ribuan pegawai negeri di Jalur Gaza. Namun, mereka tidak membahas soal persenjataan Hamas. Hal itu membikin Israel curiga.
Fatah, Hamas, dan Mesir juga sepakat membuka perbatasan Rafah buat mengakhiri krisis kemanusiaan, mempermudah perdagangan dan pelintas batas. Mereka pun setuju soal penempatan pengawas dari Uni Eropa di perbatasan demi menghindari kecurigaan Israel soal upaya penyelundupan senjata.
Fatah dan Hamas bertikai sejak 2006. Saat itu Hamas memenangkan pemilihan umum di Jalur Gaza dan menguasainya, serta mendepak Fatah dari lingkar kekuasaan. Setahun kemudian terjadi pertikaian bersenjata antara keduanya. Sejak itu ada dualisme pemerintahan. Fatah menguasai Otoritas Palestina di Tepi Barat, sedangkan Hamas mendirikan pemerintahan terpisah di Jalur Gaza. Sejumlah upaya perdamaian sebelumnya gagal. Namun, pada September lalu Hamas memutuskan membubarkan pemerintahannya di Jalur Gaza demi perundingan damai.
Baca juga:
Hamas dirongrong kelompok ekstremis baru di Jalur Gaza
Hamas dan Fatah berdamai, bakal bentuk pemerintahan bersama di Gaza
Israel enggan mengakui perdamaian Fatah-Hamas
Hamas tolak permintaan AS untuk akui Israel, tetap ingin hapus negara Zionis
Hamas enggan lucuti persenjataan dan makin mesra dengan Iran