Arab Saudi Tolak Visa Haji dan Umrah Jutaan Warga Palestina
Sumber dari Yordania mengatakan kepada MEE, keputusan Saudi ini adalah bagian dari kesepakatan dengan Israel untuk mengakhiri 'identitas orang Palestina dan hak mereka sebagai pengungsi'.
Arab Saudi dikabarkan melarang jutaan warga Palestina yang berada di berbagai negara untuk bepergian ke Arab Saudi guna menunaikan ibadah haji dan umrah. Saudi menolak menerbitkan visa haji bagi warga Palestina pemegang paspor sementara di sejumlah negara.
Dilansir dari Middle East Eye (MEE), Kamis (8/11), kebijakan Saudi itu adalah bagian dari upaya untuk menyetop pemberian visa haji dan umrah kepada warga Palestina di Yordania, Libanon, Yerusalem Timur, dan yang teranyar adalah orang Palestina di Israel. Kebijakan ini mulai berlaku efektif 12 September lalu. Aturan itu telah berdampak kepada sekitar 2,94 juta muslim Palestina di berbagai negara tidak bisa pergi ke Saudi.
Sejumlah agen perjalanan di Yordania, Yerusalem Timur, Israel, telah diberitahu Kementerian Awqaf dan Islam bahwa mereka tidak bisa mengurus visa haji bagi warga Palestina pemegang paspor sementara. Keputusan Saudi ini adalah bagian dari kesepakatan dengan Israel untuk mengakhiri 'identitas orang Palestina dan hak mereka sebagai pengungsi'.
"Arab Saudi menekan Yordania untuk menaturalisasi pengungsi Palestina di Yordania, Yerusalem Timur, dan kini warga Palestina di Israel. Hal yang sama bisa dilakukan di Libanon, dan dengan begitu tidak ada lagi masalah pengungsi Palestina," kata sumber itu.
"Ini semua bagian dari perjanjian bilateral antara Israel dan Arab Saudi. Tapi Yordania menolak untuk menaturalisasi warga Palestina."
Anggota Parlemen Yordania Saud Abu Mahfouz mengatakan kepada MEE, Yordania selama ini sudah mengeluarkan dokumen izin bepergian sementara sejak 1978 bagi warga Palestina di Israel seusai perang Arab-Israel 1948.
"Keputusan ini berdampak kepada segenap orang Arab dan muslim yang ingin beribadah. Kami sudah menerima keluhan soal ini sejak tahun lalu dan kami terkejut mengetahui hampir 200 agen perjalanan di Yordania tidak bisa mengajukan visa elektronik untuk umrah ke kedutaan Saudi bagi orang Palestina," ujar Abu Mahfouz.
Bantahan Arab Saudi
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi membantah pemerintahnya melarang jamaah haji dari Palestina untuk masuk ke Tanah Suci.
"Rumor masalah haji Palestina, berita tidak benar, tidak ada keabsahan dari sumber yang tidak pasti," kata Osama kepada wartawan di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan hingga saat ini jamaah haji Palestina tetap memiliki hak untuk menunaikan ibadah rukun Islam kelima tersebut. Dalam berita disebutkan jika Saudi melarang sejuta jamaah haji Palestina untuk datang ke Tanah Suci.
Terkait hal itu, Dubes Saudi itu mengatakan sejuta jamaah secara logika sudah salah.
"Indonesia saja dengan jumlah penduduk 220 jutaan kuota hajinya 220 ribu. Sementara, jumlah penduduk Palestina kurang dari itu," kata dia.
Artinya, kata dia, logika sejuta orang Palestina untuk berhaji itu tidak masuk akal. Dubes Saudi untuk Indonesia menegaskan keberpihakannya kepada Palestina.
"Palestina adalah isu kita semua. Di sana kiblat pertama umat Islam. Maka kita tidak biarkan Palestina sendirian dan kita beri bantuan untuk kepentingan masyarakat Palestina," kata dia.
Baca juga:
Saudi Bantah Larang Muslim Palestina Haji dan Umrah
Menengok sejarah larangan haji bagi muslim Palestina oleh Arab Saudi
Israel Gempur Stasiun TV Hamas di Jalur Gaza
Perjuangan tim medis selamatkan demonstran Palestina dari serangan Israel
Organisasi Pembebasan Palestina menagguhkan pengakuan terhadap negara Israel
Presiden Jokowi kecam serangan Israel yang rusak RS Indonesia di Gaza