Rusia Sita Jam Tangan Mewah Buatan Swiss Senilai Puluhan Miliar
Pejabat Rusia dilaporkan menyita jutaan jam tangan mewah Audemars Piguet senilai jutaan dolar. Jam tangan buatan Swiss itu disita dari sebuah toko oleh agen badan keamanan pada Selasa kerena diduga melanggar aturan bea cukai.
Pejabat Rusia dilaporkan menyita jutaan jam tangan mewah Audemars Piguet senilai jutaan dolar. Jam tangan buatan Swiss itu disita dari sebuah toko oleh agen badan keamanan pada Selasa kerena diduga melanggar aturan bea cukai, seperti dilaporkan media Swiss.
Penyitaan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Swiss meninggalkan sikap netralitas mereka dan bergabung dengan negara-negara Barat menjatuhkan sanksi terhadap Rusia setelah invasinya ke Ukraina.
Belum ada konfirmasi dari Swiss terkait laporan ini, dikutip dari BBC, Selasa (29/3).
Namun, pemerintah sebelumnya mengatakan larangan ekspor barang mewah Swiss telah menyebabkan "ketidakpastian" bagi beberapa bisnis.
Harga jam tangan Audemars Piguet bisa mencapai lebih dari USD 921.000 atau sekitar Rp 13,2 miliar. Perusahaan ini tidak menanggapi permintaan komentar dari BBC.
Menurut laporan harian NZZ am Sontag, jam tangan tersebut disita dari anak perusahaan Audemars Piguet di Moskow oleh agen yang bekerja untuk badan keamanan FSB Rusia.
Agen tersebut membenarkan tindakannya dengan mengklaim jam-jam tersebut melanggar aturan bea cukai ketika diimpor ke Rusia.
Setelah invasi ke Ukraina, Audemars Pigeut menghentikan operasionalnya di Rusia, dan situs webnya menyebutkan kedua butiknya di Moskow "ditutup sementara".
Menurut pejabat perindustrian, Swiss mengekspor jam tangan senilai 260 juta franc Swiss atau sekitar Rp 4 triliun ke Rusia tahun lalu.
Pejabat Rusia dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan keinginannya menyita properti perusahaan asing untuk mengurangi kesepakatan bisnis mereka di Rusia.
Awal bulan ini, mantan presiden Rusia, Dmitry Medvedev mengatakan UU baru akan mengizinkan Rusia menasionalisasi aset-aset perusahaan asing yang menarik diri dari negara itu.
Baca juga:
Roman Abramovich Diduga Diracun Saat Hadiri Perundingan Damai dengan Ukraina
Rizal Ramli Nilai G20 Ujian Kepemimpinan Jokowi Hadapi Konflik Rusia-Ukraina
Dampak Panjang Konflik Rusia-Ukraina, Harga Komoditas Melejit dan Ancaman Inflasi
Skenario Rusia Memecah Ukraina Seperti Korea Utara dan Korea Selatan
Kondisi Hancur Lebur Kota Mariupol Usai Serangan Rusia
Rusia Larang Media Lokal Tayangkan Wawancara dengan Presiden Ukraina