Rusia Selidiki 'Provokasi' Ukraina Atas Kematian Warga Sipil di Bucha
Foto dan video mayat warga sipil tergeletak di jalan beredar dan diduga mereka dibunuh lalu ditinggalkan tentara Rusia.
Rusia akan menyelidiki kematian warga sipil di Bucha, dekat ibu kota Kiev, Ukraina. Foto dan video mayat warga sipil tergeletak di jalan beredar dan diduga mereka dibunuh lalu ditinggalkan tentara Rusia.
Kepala penyelidik Rusia pada Senin memerintahkan penyelidikan resmi "provokasi" Ukraina tersebut, setelah Kiev menuduh militer Rusia membantai warga sipil di Bucha.
Dikutip dari Reuters, Selasa (5/4), Kepala Komite Penyelidikan Rusia, Alexander Bastrykin, memerintahkan penyelidikan dibuka atas dasar bahwa Ukraina telah menyebarkan "informasi palsu dengan sengaja" terkait angkatan bersenjata Rusia di Bucha, seperti disampaikan komite tersebut dalam sebuah pernyataan.
Munculnya foto dan video tersebut menuai kecaman internasional. Namun Rusia menyebut itu merupakan "provokasi" Ukraina.
Rusia juga sebelumnya menyebut foto dan video rekayasa di Bucha itu"dipesan" oleh Amerika Serikat sebagai bagian dari rencana untuk menyalahkan Rusia.
"Siapa yang menguasai provokasi? Tentu saja Amerika Serikat dan NATO," kata juru bicara kementerian Maria Zakharova dalam sebuah wawancara di televisi pemerintah pada Minggu malam, seperti dilansir laman Antara mengutip Reuters, Senin (4/4).
Baca juga:
AS Minta PBB Keluarkan Rusia dari Anggota Dewan HAM
Joe Biden Minta Putin Diadili atas Dugaan Kejahatan Perang di Bucha Ukraina
Sri Mulyani: Dulu Ancaman Masyarakat itu Pandemi, Sekarang Kenaikan Harga Pangan
Dampak Perang Rusia-Ukraina, Harga Mi dan Roti serta Sereal di Indonesia Bakal Naik
Zelenskiy Datangi Bucha yang Diduga Tempat Pembantaian Warga Sipil oleh Tentara Rusia
Penemuan Kuburan Massal Korban Pembantaian di Bucha Ukraina