Rusia sebut ada mata-mata asing ingin retas sistem perbankan
Badan Intelijen Dalam Negeri Rusia (FSB) merasa ada mata-mata asing hendak meretas sistem perbankan di negara tersebut. Serangan ini diketahui berpusat di Belanda dan dilakukan oleh perusahaan jaringan internet Ukraina.
Badan Intelijen Dalam Negeri Rusia (FSB) berupaya menggagalkan rencana mata-mata asing meretas sistem perbankan negara. Melalui pernyataan resminya, FSB menyatakan serangan direncanakan akan dilakukan 5 Desember mendatang dengan target beberapa bank besar dan kecil di sejumlah kota di Rusia.
"FSB melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menetralkan ancaman terhadap informasi dan keuangan Rusia," ujar FSB dalam pernyataan resmi, dikutip dari Reuters, Sabtu (3/12).
Dari data yang dimiliki FSB, serangan siber ini berpusat di Belanda, menggunakan akses dari perusahaan jaringan internet Ukraina, BlazingFast.
"Serangan siber direncanakan dilakukan dengan mengirim banyak pesan singkat dan publikasi di media sosial yang bernada provokatif terkait krisis sistem perbankan Rusia, kebangkrutan dan penarikan lisensi," jelas FSB.
Direktur BalzingFast Anton Onoprichuk menyebutkan perusahaannya sama sekali tidak pernah dihubungi pihak FSB. Dia menanti informasi lebih lanjut agar perusahaan dapat melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Meski sudah mengetahui di mana posisi serangan ini berpusat. Pihk Rusia tidak menyebut secara rinci mata-mata negara yang melakukan serangan.
Belakangan memang Rusia sedang dalam siaga tinggi terhadap serangan siber, terutama setelah beberapa pejabat Amerika Serikat menuding Negeri Beruang Merah terlibat peretasan jaringan.
Baca juga:
Rusia bantah beri dukungan untuk kandidat presiden Prancis
Media Barat dan busuknya propaganda Amerika di Suriah
Jerman tuduh Rusia di balik rusaknya 900.000 koneksi internet
Dubes Rusia terkejut kanselir Jerman tuding negaranya tukang retas