Dubes Rusia terkejut kanselir Jerman tuding negaranya tukang retas
Merdeka.com - Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin terlihat sangat terkejut saat ditanya tanggapannya mengenai tudingan Kanselir Jerman Angela Merkel yang menyebut negaranya melakukan peretasan terhadap jaringan komunikasi mereka.
"Kanselir Jerman berkomentar seperti itu? Jika dia memang berkomentar seperti itu, kita memang tidak melakukannya," ujar Galuzin saat ditemui di kediamannya di Kuningan, Jakarta, Rabu (30/11).
Galuzin menyebutkan jika benar Merkel mengatakan hal demikian, itu adalah sebuah propaganda.
"Seharusnya, jika sesuatu terjadi di Jerman, Merkel harus menjelaskan ada apa ke warga. Bukannya menyalahkan negara lain," ucapnya.
Menurut mantan Dubes Rusia untuk Jepang itu, apa yang diucapkan Merkel merupakan sebuah kesalahan dan kebohongan besar.
Kanselir Jerman Angela Merkel menuduh Rusia dalang dari rusaknya ratusan ribu koneksi internet di negaranya baru-baru ini.
"Saya tidak memiliki informasi konkret perihal kerusakan jaringan milik Telekom (perusahaan telekomunikasi). Tapi katakanlah ini penyerangan siber, atau 'penyerangan hybrid' sebagaimana diketahui dalam doktrin Rusia yang saat ini merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari dan kita harus belajar mengatasinya," ujar Merkel.
Hal senada juga diucapkan pejabat lainnya. Bahkan, Presiden Pelayanan Intelijen Luar Negeri Jerman Bruno Kahl, menuding Rusia terlibat kecurangan penghitungan suara di Amerika Serikat dalam pemilihan presiden 8 November lalu. Dia mengaku memiliki bukti bahwa Rusia terlibat.
"Kami memiliki bukti bahwa serangan siber sudah mengambil berbagai tempat, terlebih lagi dalam politik," tukasnya.
Tudingan Jerman kepada Rusia bermula dari rusaknya 900.000 jaringan internet di Negeri Bavaria. Pihak penyedia layanan Deutsche Telekom yakin ada gangguan yang dilakukan dari luar negaranya. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya