LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Rusia Masih Ingin Perundingan Damai dengan Ukraina

Hingga kini, Rusia dan Ukraina tidak lagi duduk dalam meja perundingan semenjak pembicaraan damai Maret lalu di Istanbul, Turki.

2022-09-12 19:50:05
Rusia Serang Ukraina
Advertisement

Keinginan untuk melanjutkan pembicaraan damai di tengah peperangan masih ditunjukkan Rusia kepada Ukraina.

“Moskow tidak menyerah pada gagasan pembicaraan damai dengan Kiev, tetapi kedua pihak harus memulai negosiasi lebih cepat daripada nanti,” ujar Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, seperti dilansir Russia Today, Ahad (11/9).

“Kami tidak menolak negosiasi; kami tidak menyerah untuk negosiasi dengan Ukraina” lanjut Lavrov dalam wawancaranya dengan kanal televisi Rossiya 1.

Advertisement

“Mereka yang menolaknya harus memahami bahwa semakin lama proses ini tertunda, semakin sulit untuk mencapai kesepakatan,” lanjut Lavrov.

Bukan hanya Lavrov yang menyuarakan pembicaraan perdamaian, namun Presiden Rusia, Vladimir Putin turut menyuarakan hal yang sama.

Hingga kini, Rusia dan Ukraina tidak lagi duduk dalam meja perundingan semenjak pembicaraan damai Maret lalu di Istanbul, Turki.

Advertisement

Awalnya Rusia menunjukkan optimisme dalam pembicaraan perdamaian, namun optimisme itu mulai hilang. Kedua pihak pun saling menuduh dan akhirnya kehilangan kepercayaan.

Tuntutan Ukraina kepada Rusia yang semakin tidak realistis akhir-akhir ini juga menjadi penghalang dalam pembicaraan damai, terutama keinginan pembicaraan perdamaian hanya dapat berlangsung setelah kekalahan Rusia di medan perang.

Sebelumnya, Presiden Ukraina, Volodymr Zelenskyy menyatakan dia ingin berbicara langsung dengan Presiden Putin. Namun bagi Moskow, pertemuan kedua pemimpin itu hanya dapat terjadi jika sudah tercapainya kesepakatan konkrit.

“Tidak ada yang membutuhkan pertemuan demi sebuah pertemuan” komentar Dmitry Peskov, juru bicara presiden mengenai keinginan Zelenskyy.

Semakin lamanya pembicaraan perdamaian, maka tuntutan kedua pihak pun akan makin banyak.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan

Baca juga:
Ukraina Timur Gelap Total, Kiev Tuding Akibat Serangan Rusia
Ramzan Kadyrov Akui Pasukan Rusia Dipukul Mundur dari Kharkiv, Ukraina
AS Kirim Persenjataan dengan Presisi Paling Akurat ke Ukraina
Ini yang akan Terjadi Jika Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa di Ukraina Meledak
Putin: Barat Sedang Jatuh, Masa Depan Ada di Asia
Erdogan Soal Krisis Energi: Eropa Menuai Apa yang Mereka Tabur
Intelijen AS: Rusia akan Beli Jutaan Roket dan Peluru dari Korea Utara

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.