Rusia kembali diguncang bom, seorang gelandangan terluka
Rusia kembali diguncang bom, seorang gelandangan terluka. Satu orang terluka terkena ledakan bom di dekat sebuah sekolah di Rostov, Rusia. Kejadian itu bersamaan dengan penggerebekan yang dilakukan polisi sebuah rumah yang diduga merupakan rekan bomber Saint Petersburg, Akbarzhon Jalilov.
Satu orang terluka terkena ledakan bom di dekat sebuah sekolah di Rostov, Rusia. Kejadian itu bersamaan dengan penggerebekan yang dilakukan polisi sebuah rumah yang diduga merupakan rekan bomber Saint Petersburg, Akbarzhon Jalilov.
Sebuah benda mencurigakan itu berada di dalam tas yang akhirnya meledak di depan sekolah. Korban yang terluka merupakan seorang gelandangan.
"Sekitar pukul 6.30 pagi, seorang gelandangan menemukan sebuah tas berisi senter dan dia mencoba untuk menyalakannya, lalu benda tersebut meledak dan merobek tangannya," ujar seorang petugas kepolisian lokal, seperti dilansir kantor berita TASS, Kamis (6/4).
Sejumlah aparat kepolisian sudah diterjunkan ke lokasi dan langsung mengamankan tempat kejadian.
Ledakan itu terjadi saat polisi tengah menyelidiki benda yang diduga bom di sebuah bangunan permukiman di Saint Petersburg. Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia menyatakan menemukan benda mencurigakan di sebuah apartemen pinggiran kota bagian timur.
Para penghuni segera dievakuasi dan ahli bahan peledak telah memulai penyelidikan di lokasi kejadian.
Polisi kini dinyatakan dalam keadaan darurat setelah terjadinya bom bunuh diri di stasiun kereta bawah tanah Saint Petersburg yang menewaskan 14 orang. FSB dan polisi telah memastikan tersangka bernama Akbarzhon Jalilov (22).
"Selama pencarian di apartemen tersebut ditemukan bahwa orang ini menemukan material yang berguna untuk penyelidikan, kini sudah dikirimkan untuk dianalisa," ungkap Komite Penyelidikan dalam pernyataannya.
Polisi sendiri menyatakan sudah menangkap delapan orang berperawakan Asia Tengah yang diduga merekrut sejumlah orang untuk bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan Al Qaeda di St Petersburg. Mereka tidak menemukan bukti tambahan di mana orang-orang yang ditahan terkait dalam serangan yang berlangsung Senin (3/4) kemarin.
Baca juga:
Begini usulan Kapolri Tito soal konflik Rusia-Amerika
Kapolri dapat penghargaan dari pemerintah Rusia
Serangan gas kimia di Suriah, Rusia tegaskan tetap dukung Assad
'Terorisme itu kejahatan, tak peduli agama atau kewarganegaraan'
Enam orang tersangka teror di St.Petersburg ditangkap