Robot dari China Pecahkan Rekor dengan Kemampuan Lari 100 Meter, Ini Catatan Waktunya
Berapa lama waktu yang diperlukan oleh robot tersebut untuk menyelesaikan jarak 100 meter?
Pada Selasa, 12 Agustus 2025, Universitas Zhejiang di China timur mengumumkan bahwa robot berkaki empat mereka yang dinamakan White Rhino berhasil menyelesaikan lari cepat sejauh 100 meter dalam waktu 16,33 detik. Dengan pencapaian ini, White Rhino memecahkan rekor dunia sebelumnya yang dipegang oleh robot Hound dari Korea Selatan dengan waktu 19,87 detik. Rekor baru ini diakui oleh Rekor Dunia Guinness sebagai waktu tercepat untuk kategori robot berkaki empat. Sebagai perbandingan, rekor dunia untuk sprint 100 meter oleh manusia masih dipegang oleh Usain Bolt dengan waktu 9,58 detik yang dicetak pada tahun 2009 di Berlin, sebagaimana dilaporkan oleh Antara News pada Sabtu, 16 Agustus.
White Rhino merupakan hasil kolaborasi antara Center for X-Mechanics, Sekolah Aeronautika dan Astronautika, serta Pusat Inovasi Ilmiah dan Teknologi Global Hangzhou di Universitas Zhejiang. Pencatatan rekor dilakukan di lokasi uji coba di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang. "Ini adalah tujuan yang sangat menantang," ungkap Profesor Wang Hongtao, pemimpin proyek tersebut. Ia menjelaskan bahwa sprint 100 meter tidak hanya menguji kekuatan ledak dan kecepatan robot, tetapi juga menilai stabilitas dan kendali presisi robot dalam melakukan gerakan cepat. "Yang lebih penting, hal ini memungkinkan kami untuk menentukan apakah kami berada di jalur penelitian yang tepat," tambahnya. Terobosan teknologi utama dari White Rhino terletak pada metodologi optimisasi komprehensif yang dikenal sebagai desain maju robotik (robot forward design).
Pengembangan model robot
Pendekatan ini secara konseptual melibatkan simulasi awal dinamika di setiap sendi dan aktuator dalam berbagai konteks operasional untuk menemukan solusi optimal secara menyeluruh, daripada hanya menerapkan modifikasi iteratif dan "tambal sulam" pada desain struktural yang sudah ada. Tim peneliti menciptakan model dinamis yang akurat dan memanfaatkan algoritma optimasi multi-objektif untuk menyesuaikan proporsi geometris robot, spesifikasi motor, dan sistem reduksi secara terkoordinasi.
Filosofi "desain untuk performa" yang diterapkan sejak awal ini memberikan dasar perangkat keras yang kuat bagi White Rhino. Mengenai sistem dayanya, Center for X-Mechanics secara mandiri mengembangkan satu set aktuator sendi berdensitas daya tinggi yang mampu menghasilkan output torsi tinggi dan respons cepat, seolah-olah melengkapi White Rhino dengan sistem otot "kelas balap". Kemampuan gerak cerdas robot ini didukung oleh strategi kontrol dinamis yang berasal dari pembelajaran penguatan (reinforcement learning). "Hal paling menonjol, beban maksimumnya mencapai 100 kilogram (kg), menjadikannya robot berkaki empat yang mampu berlari cepat sekaligus membawa beban berat," ungkap Dr. Cheng Shaowen, salah satu anggota tim. Di masa depan, White Rhino diharapkan dapat diterapkan di berbagai bidang, mulai dari penyelamatan bencana hingga transportasi di medan ekstrem, sehingga memperluas kemampuannya dari sekadar "berlari cepat" menjadi "berlari dengan manfaat," tambah Cheng.