LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Ribuan Tahanan di Suriah Bebas Setelah Pemberontak Rebut Ibu Kota Damaskus

Penjara Sednaya adalah lokasi penahanan bagi ribuan tahanan yang disebut menjadi lambang kekuasaan represif rezim Presiden Bashar al-Assad.

Senin, 09 Des 2024 13:02:00
suriah
Kelompok pemberontak Suriah merayakan kemenangan di dekat Menara Jam di Homs pada Minggu (8/12/2024), setelah pasukan pemberontak memasuki kota ketiga Suriah pada malam hari. (Aaref WATAD / A (© 2024 Liputan6.com)
Advertisement

Pemberontak di Suriah mengumumkankekuasaan Presiden Bashar al-Assad yang telah berlangsung selama 24 tahun kini berakhir. Pengumuman ini disampaikan beberapa jam setelah pasukan pemberontak berhasil memasuki ibu kota Damaskus.

Dilansir Al Jazeera, Minggu (8/12), seorang pemimpin oposisi mengungkapkan dalam siaran langsung di televisi nasional Suriah bahwa "tirani Bashar al-Assad telah runtuh" dan semua tahanan di penjara militer Sednaya telah dibebaskan.

"Kota Damaskus telah dibebaskan. Tirani Bashar al-Assad telah tumbang. Semua tahanan telah dibebaskan dari penjara Damaskus," kata pemimpin tersebut dalam sebuah video yang beredar.

Penjara militer Sednaya, yang dikelola oleh pemerintah Suriah, dikenal sebagai lokasi penahanan ribuan orang, termasuk aktivis sipil dan anggota oposisi bersenjata. Penjara ini menjadi simbol dari kekuasaan represif rezim Presiden Bashar al-Assad, yang selama ini dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Advertisement

Kelompok hak asasi manusia melaporkan, penjara tersebut telah berfungsi sejak tahun 2011 untuk melakukan pembunuhan, penyiksaan, penghilangan paksa, dan pemusnahan terhadap penduduk sipil Suriah. Pada awal tahun 2017, muncul laporan bocor yang mengindikasikan bahwa krematorium digunakan di penjara tersebut untuk menghilangkan jejak sejumlah besar tahanan yang terbunuh.

Pemimpin kelompok pemberontak Hayat Tahrir al-Sham, Abu Mohamed al-Julani, menginstruksikan para pejuangnya untuk tidak menyerang institusi publik dan layanan masyarakat. Tindakan ini dianggap sebagai langkah untuk menjaga stabilitas di tengah peralihan kekuasaan yang sedang berlangsung.

Advertisement
Advertisement

Dalam sebuah cuplikan eksklusif yang diperoleh Al Jazeera, terlihat pejuang oposisi memasuki istana presiden di Damaskus. Selain itu, video yang beredar di media sosial menunjukkan warga menghapus foto-foto Bashar al-Assad yang sebelumnya terpajang di berbagai lokasi di kota.

Berita Terbaru
  • Kemenhub dan KAI Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api
  • Garuda Indonesia Kembali Masuk 25 Maskapai Terbaik Dunia 2026, Bukti Konsistensi Layanan
  • Wamenaker Ungkap Hasil Investigasi, Gaji THR Hillcon Belum Terbayar Penuh
  • Indonesia Infrastructure Finance Ambil Bagian dalam Mendukung Kemajuan Pendidikan Nasional
  • Bali Gelar Jatiluwih Fun Run, Awali Rangkaian 100 Tahun Pariwisata Berkelanjutan
  • bashar al-assad
  • berita update
  • damaskus
  • hayat tahrir al-sham
  • konten ai
  • merdekaglobal
  • suriah
Artikel ini ditulis oleh
Editor Hari Ariyanti
B
Reporter Benedikta Miranti T.V, Teddy Tri Setio Berty
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.