LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Putin: Jet kami ditembak karena Turki lindungi bisnis minyak ISIS

Tudingan serius itu dilontarkan Presiden Rusia di sela KTT Perubahan Iklim, Paris

2015-12-01 09:39:00
Turki vs Rusia
Advertisement

Presiden Rusia Vladimir Putin kembali mengulang tudingan serius kepada pemimpin Turki. Pekan lalu, pemimpin Rusia ini menuding Presiden Reccep Tayyip Erdogan sebagai politikus yang menjalin hubungan dengan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS).

Kemarin (30/11) saat berpidato di sela KTT Perubahan Iklim di Paris, Prancis, Putin kembali menyerang Erdogan, dikaitkan insiden jatuhnya jet tempur Rusia di perbatasan Suriah.

Orang nomor satu di Rusia ini menyatakan Sukhoi Su-24 itu dijatuhkan jet tempur Turki, karena bisa mengganggu bisnis minyak para militan khilafah. Menurutnya, Turki adalah makelar yang menjual minyak dari kilang jarahan itu secara resmi di pasar internasional.

Advertisement

"Kami mempelajari fakta-fakta bahwa jet kami ditembak jatuh untuk mengamankan jalur pengiriman minyak dari Suriah ke Turki, yang bisa langsung menghubungkan minyak itu ke kapal tanker," kata Putin seperti dilansir Kantor Berita AFP.

Politikus mantan agen intelijen KGB ini mengatakan pihaknya semakin yakin Turki main mata dengan ISIS. "Informasi yang kami terima memastikan minyak yang dihasilkan dari wilayah pendudukan ISIS dipasok dalam skala industri ke Turki," imbuh Putin.

Selain Rusia, tudingan Turki menggandeng ISIS dilontarkan pula oleh pimpinan militer Suriah yang loyal pada Presiden Basyar al-Assad. Turki dituding mengirimkan senjata dan amunisi, dengan bayaran minyak mentah ataupun artefak berharga yang dijarah para militan di Palmyra.

Advertisement



Peta ladang minyak jarahan ISIS ©2015 Financial Times

Informasi praktik barter antara Turki dan ISIS ini sebetulnya sejak lama disebar oleh wartawan surat kabar Cumhuriyet, Can Duncar, bersama jurnalis senior Erdem Gul. Keduanya ditangkap kejaksaan Istambul poada 26 November tahun lalu.

Duncar dan Gul dianggap membantu organisasi teroris, menyebarkan rahasia negara, dan menjadi mata-mata untuk negara asing. Jika dianggap bersalah, keduanya bisa dipenjara maksimal 45 tahun. Para wartawan ini melaporkan temuan di perbatasan, bahwa banyak truk berbondong-bondong membawa senjata dan amunisi memasuki kawasan Suriah.

Ketika pekan lalu dituding Moskow menjalin kontak dengan ISIS, Erdogan meradang. "Silakan Rusia membuktikan, jangan asal bicara. Kalau tuduhan itu benar, Tayyip Erdogan siap mundur kapanpun," kata Erdogan saat diwawancarai France24.

Rusia resmi memberi sanksi ekonomi berlapis pada Turki sejak akhir pekan lalu, mulai dari membatasi impor, mengampanyekan pengurangan wisata ke Turki, hingga menunda kebijakan bebas visa. Menanggapi reaksi Rusia, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu berkukuh pihaknya tidak akan meminta maaf.

Dia mengatakan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mendukung aksi jet F-16 Rusia menembak jatuh Sukhoi yang berpatroli di perbatasan Suriah. Tindakan itu masuk kategori hak mempertahankan kedaulatan, karena radar membuktikan jet Rusia melanggar wilayah udara Turki kendati cuma 17 detik.

"Tidak ada negara bisa memaksa kami meminta maaf," kata Davutoglu.

Baca juga:
Rusia resmi jatuhkan sanksi ekonomi berlapis buat Turki
Turki bersedia bendung pengungsi usai dapat Rp 44 T dari Uni Eropa
Pasca penembakan, Turki ajukan permohonan bilateral dengan Rusia
Rusia pasang rudal anti jet tempur di perbatasan Turki-Suriah
Rusia bakal stop perjanjian bebas visa dengan Turki
Bilal Erdogan, putra presiden Turki di balik pendanaan ISIS

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.