Profil Kapil Mishra, Politisi India Penyulut Kerusuhan Berdarah Berbau Agama di Delhi
Pidato Kapil Mishra bikin masyarakat geram. Kapil memang pendukung UU Kewarganegaraan India yang menuai kontroversi
Sosok Kapil Mishra tengah disorot karena pidatonya yang kontroversial. Kapil berkampanye melawan pengunjuk rasa (didominasi perempuan) yang menentang UU Kewarganegaraan Baru India yang dinilai diskriminatif terhadap Muslim.
Dalam kesempatan itu, Kapil menumpahkan kemarahannya dalam pidato berapi-api dimana dia mengeluarkan ultimatum kepada polisi: bubarkan pengunjuk rasa yang memblokir jalan utama, atau dia dan pengikutnya akan melakukannya sendiri.
Masyarakat India menganggap pidato Kapil menyulut emosi dan memperparah kondisi India. "Kapil Mishra harus ditangkap," kata pengusaha Rupesh Bathla yang mengaku mengenal Mishra sejak mereka remaja.
"Dia memulai kerusuhan komunal. Dia menanam kebencian di hati orang-orang," lanjutnya, Kamis (27/2).
Kapil diketahui berasal dari kasta tinggi masyarakat Hindu dan keturunan politikus. Berikut profil Kapil Mishra, politikus India yang berpidato melawan pengunjuk rasa penentang UU Kewarganegaraan.
Keturunan Politikus
Kapil Mishra merupakan keturunan politikus. Ibunya, Annapurna Mishra, mantan walikota Delhi Timur yang bergabung dengan BJP dan ayahnya, Rameshwar Mishra "Pankaj", merupakan mantan pemimpin sosialis, kritikus dan penulis.
Masuk ke Pusaran Politik
Kapil Mishra pernah bergabung dalam Partai Aam Aadmi (AAP). Dari partai itulah, Kapil berhasil terpilih menjadi Majelis Legislatif Delhi dari Karawal Nagar tahun 2015. Dia kemudian diangkat sebagai menteri sumber daya air.
Namun kondisi AAP berubah setelah ada konflik antara Kapil Mishra dengan para pemimpin AAP. Kala itu, Kapil melanjutkan pengaduan korupsi terhadap AAP dan Ketua Menteri Delhi yang saat itu Arvind Kejriwal. Mereka dituduh menerima suap Rs 2 crore.
Kapil terus memprotes partainya sendiri, sampai akhirnya dia didiskualifikasi dan diusir dari partai pada Agustus 2019.
Masuk ke Partai BJP
Setelah diusir dari Partai AAP, Kapil akhirnya bergabung dengan Partai Bharatiya Janata (BJP) pada 17 Agustus 2019. Dari Partai BJP, Kapil ikut dalam pemilihan Majelis 2020 dari Model Town. Namun Kapil kalah dalam pemilihan tersebut.
Kekalahannya karena Kapil mengeluarkan pernyataan kontroversial bahwa pemilihan itu adalah kontes antara India dan Pakistan. Kapil juga menyiratkan bahwa AAP mewakili Pakistan. Alhasil, Komisi Pemilihan memberlakukan larangan kampanye selama 48 jam.
Membuat Organisasi
Sebagai politikus yang selalu blak-blakan menyampaikan aspirasinya, Kapil membangun sebuah kelompok bernama Youth for Justice. Kelompok ini memimpin protes pada berbagai masalah, termasuk persidangan pembunuhan Jessica Lal, perambahan di dasar Sungai Yamuna, bunuh diri petani dan korupsi di Commonwealth Games, menurut laporan.
Selain itu, Kapil juga menjadi juru kampanye kebijakan publik dengan Greenpeace dan Amnesty non-profit internasional. Kemudian dia naik pangkat di salah satu organisasi politik paling progresif di India.
(mdk/dan)