Pidato Hasutan Kebencian Politikus India Jadi Akar Kerusuhan Berdarah di Delhi

Jumat, 28 Februari 2020 07:24 Reporter : Hari Ariyanti
Pidato Hasutan Kebencian Politikus India Jadi Akar Kerusuhan Berdarah di Delhi Bentrokan aksi protes UU Kewarganegaraan di India. ©REUTERS/Danish Siddiqui

Merdeka.com - Kerusuhan yang pecah di Delhi timur dan sekitarnya pekan ini bermula dari satu orang. Kapil Mishra, politikus setempat dari partai nasionalis Hindu, baru saja kalah pemilihan. Sumber menyebutkan dia tengah berusaha bangkit kembali dari kekalahannya.

Kapil Mishra (39), dikenal karena kerap blak-blakan menyampaikan pandangannya. Dia berasal dari kasta tinggi masyarakat Hindu dan keturunan politikus. Dia juga pernah bekerja di Amnesty International dan Greenpeace, dan naik pangkat di salah satu organisasi politik paling progresif di India.

Tetapi beberapa tahun lalu dia terjun ke politik dan menjadi anggota Partai Bharatiya Janata (BJP), partai berkuasa di India saat ini, yang memiliki akar yang kuat dalam ideologi supremasi Hindu.

Pada Minggu, dia muncul dalam sebuah kampanye melawan pengunjuk rasa (didominasi perempuan) yang menentang UU Kewarganegaraan Baru India yang dinilai diskriminatif terhadap Muslim. Dalam kesempatan itu dia menumpahkan kemarahannya dalam pidato berapi-api dimana dia mengeluarkan ultimatum kepada polisi: bubarkan pengunjuk rasa yang memblokir jalan utama, atau dia dan pengikutnya akan melakukannya sendiri.

Dalam beberapa jam, kekerasan terburuk Muslim-Hindu di India dalam beberapa tahun ini pecah. Kelompok Hindu dan Muslim saling serang dengan golok dan pentungan, toko-toko terbakar, pecahan batu bata melayang di udara, dan gerombolan massa mengeroyok orang-orang yang terpojok.

Banyak warga India, termasuk Hindu, meyakini Mishra dan pendukung nasionalis Hindunya menyulut api kebencian. Di negara mayoritas Hindu itu, dengan pemerintahan nasionalis Hindu yang mengizinkan pembunuh Muslim tak dihukum, ketakutan tumbuh bahwa ekstremisme Hindu yang kejam dapat lepas kendali.

"Kapil Mishra harus ditangkap," kata pengusaha Rupesh Bathla yang mengaku mengenal Mishra sejak mereka remaja.

"Dia memulai kerusuhan komunal. Dia menanam kebencian di hati orang-orang," lanjutnya, dikutip dari The New York Times, Kamis (27/2).

Baca Selanjutnya: Tak Ada Tindakan Polisi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini