Pria Denmark Dipenjara 4 Bulan karena Batuk Sambil Teriak "Corona" di Depan Polisi
Kasus serupa juga pernah terjadi di Denmark tahun lalu. Insiden itu, menurut beberapa pihak, mencerminkan ketidakpercayaan warga terhadap upaya pemerintah mengatasi krisis akibat pandemi COVID-19.
Hakim Mahkamah Agung di Denmark pada Kamis menjatuhkan hukuman penjara empat bulan kepada seorang pria karena dia batuk sambil berseru "corona" di depan dua polisi saat pemeriksaan lalu lintas rutin tahun lalu.
Insiden yang terjadi saat Denmark menjalani penguncian menyeluruh COVID-19 itu berujung pada kasus hukum. Pria itu ditahan dengan tuntutan telah melakukan perbuatan mengancam, meskipun kemudian hasil tes COVID-19 pria itu negatif.
Dilansir dari Antara mengutip Reuters, Kamis (18/2), pria itu awalnya dinyatakan tidak bersalah di pengadilan lokal, namun dia lalu dinyatakan bersalah di Pengadilan Tinggi Barat Denmark. Kemudian, pada sidang bandingnya di Mahkamah Agung terhadap hukuman itu, jaksa menuntut hukuman penjara tiga sampai lima bulan.
Kasus serupa juga pernah terjadi di Denmark tahun lalu. Insiden itu, menurut beberapa pihak, mencerminkan ketidakpercayaan warga terhadap upaya pemerintah mengatasi krisis akibat pandemi COVID-19.
Peristiwa semacam itu juga terjadi di Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada.
Polisi di Inggris dan Wales melaporkan 200 kasus meludah atau batuk di hadapan petugas terjadi tiap minggunya. Aksi semacam itu umumnya didahului dengan ucapan pelaku yang mengaku terjangkit COVID-19, demikian laporan The Telegraph pada April 2020.
Warga Denmark yang batuk di depan petugas itu merupakan seorang pria berusia 20 tahun-an. Ia juga dituntut oleh jaksa karena kabur dari polisi saat dipanggil untuk diperiksa di pengadilan.
Baca juga:
Penelitian Lab: Vaksin Pfizer & Moderna Bisa Melindungi dari Varian Baru Virus Corona
Varian Baru Virus Corona Muncul Lagi di Inggris
Israel Halangi Pengiriman Vaksin Sputnik V Rusia ke Jalur Gaza
Bill Gates Sebut Mengatasi Covid Jauh Lebih Mudah Daripada Perubahan Iklim
Jarum Suntik Langka di Jepang, Vaksinasi Covid-19 Terhambat
Kasus Pertama Virus Corona Varian Inggris Ditemukan di Kamboja
Saudi Perpanjang Pembatasan Covid-19 Sampai 20 Hari, Bioskop Hingga Mal Ditutup
Israel Temukan Kasus Covid-19 dengan Gejala Turun 94 Persen karena Vaksin Pfizer
Klaim Vaksinasi Covid-19 Mempengaruhi Kesuburan Tidak Terbukti
China Tolak Beri Data Mentah Kasus Awal Covid-19 ke Tim WHO