LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Pria bersenjata tembak mati tiga warga Israel di Tepi Barat

Pria bersenjata tembak mati tiga warga Israel di Tepi Barat. Radio Israel mewawancarai penghuni Har Adar, pemukiman ilegal di dekat Yerusalem, yang mengatakan pria bersenjata itu datang bersama rombongan pekerja Palestina dan melepaskan tembakan ke arah aparat Israel yang sedang berjaga.

2017-09-26 20:55:31
Konflik Palestina-Israel
Advertisement

Radio Militer Israel hari ini melaporkan tiga warga Negeri Bintang Daud ditembak mati di Tepi Barat. Orang keempat juga dilaporkan luka.

Radio Israel mewawancarai penghuni Har Adar, pemukiman ilegal di dekat Yerusalem, yang mengatakan pria bersenjata itu datang bersama rombongan pekerja Palestina dan melepaskan tembakan ke arah aparat Israel yang sedang berjaga.

Wartawan Aljazeera Harry Fawcett melaporkan dari Yerusalem, pria itu kemudian ditembak mati oleh aparat Israel.

"Dia diidentifikasi sebagai pria 37 tahun beranak empat asal Desa Beit Surik. Dia diketahui punya izin kerja di pemukiman dan mendekati pos pemeriksaan di jalan masuk Har Adar. Saat itulah dia melepaskan tembakan," ujar Fawcett, seperti dilansir Aljazeera, Selasa (26/9).

Media Israel menyebut nama pria itu Nimer Jamal. Dia menembak mati dua petugas jaga dan seorang polisi perbatasan dalam jarak dekat dan melukai seorang lagi sebelum ditembak mati.

"Pemukiman Israel dan penjajahan ini adalah penyebabnya," kata Nabil Shaarth, pejabat senior Organisasi Kemerdekaan Palestina (PLO) dan penasihat Presiden Mahmud Abbas.

Juru bicara Hamas di Gaza Hazim Kassim mengatakan serangan itu membuktikan perlawanan rakyat Palestina belum tamat.

"Serangan terbaru ini membuktikan rakyat kami tetap melawan pendudukan Israel, tak peduli betapa kejamnya Israel memperlakukan rakat kami, terutama di Yerusalem," kata Kassim kepada Aljazeera.

"Kemerdekaan dan kebebasan kami hanya akan dicapai dengan perlawanan, bukan mengemis-ngemis organisasi internasional," kata dia.

Baca juga:
Tidak mau terima pemain muslim di timnya, pelatih sepak bola Israel dipecat
Sentimen anti-Palestina, Netanyahu larang jurnalis Al Jazeera ikut seminar
Negara ini pasok senjata ke militer Myanmar yang tindas muslim Rohingya
Dua warga Yahudi Israel masuk Islam, gabung ISIS di Suriah
Hari-hari akhir kantor biro Al-Jazeera di Yerusalem

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.