Sentimen anti-Palestina, Netanyahu larang jurnalis Al Jazeera ikut seminar
Merdeka.com - Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, melarang Kepala Biro Kantor Berita Al Jazeera, Walid Omary, menghadiri seminar tentang dilema kebebasan pers dan keamanan nasional. Netanyahu menyatakan ingin menjadikan hal itu sebagai pelajaran, karena dia menuding Al Jazeera dianggap mendukung perjuangan Palestina dan Hamas yang masuk dalam daftar organisasi teroris.
Dilansir dari laman Associated Press, Kamis (7/9), Walid yang menjadi Kepala Biro Al Jazeera di Israel dilarang mengikuti seminar bertajuk 'Batas kebebasan berekspresi: Dilema antara keamanan nasional dan kebebasan pers - studi kasus Al Jazeera'. Hal itu terjadi sebulan setelah Netanyahu mengancam bakal menutup biro Al Jazeera di negeri Zionis itu.
Kantor Urusan Pers Israel menyatakan mereka masih terus berusaha menutup kegiatan biro Al Jazeera di sana. Namun, hal itu tidak semudah yang dibayangkan karena terbentur aturan mereka buat sendiri.
Bulan lalu, pemerintah Israel juga mencoba melarang seorang reporter Al Jazeera di Israel melakukan aktivitas jurnalistik. Penyebabnya klasik, karena diduga dalam karyanya dia mendukung kemerdekaan Palestina. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya