Pria Berkaos Nazi Lepaskan Tembakan di Sekolah Rusia, 15 Orang Tewas
Penembakan terjadi ketika pria bernama Artem Kazantsev, penduduk lokal kelahiran 1988 dan lulusan sekolah itu, masuk ke lingkungan sekolah dan mulai menembak.
Sebanyak 15 orang, termasuk 11 anak-anak dan pekerja sekolah tewas dalam tragedi penembakan Sekolah 88 di Kota Izhevsk, Ibu Kota Udmurtia, Rusia pada Senin lalu.
“Lima belas kematian telah dicatat sejauh ini. Di antara mereka yang tewas adalah penjaga keamanan sekolah,” kata kepala pemerintah daerah, Alexander Brechalovn, seperti dilansir CNN, Senin (26/9).
Pihak berwajib mengatakan 24 orang, termasuk 22 anak terluka dalam tragedi penembakan itu.
Penembakan terjadi ketika pria bernama Artem Kazantsev, penduduk lokal kelahiran 1988 dan lulusan sekolah itu, masuk ke lingkungan sekolah dan mulai menembak.
Menurut kantor berita Tass, Kazantsev memakai baju dengan simbol Nazi saat dia melakukan aksinya. Seusai melakukan aksinya, Kazantsev bunuh diri.
Awalnya pihak berwajib sulit mengidentifikasi Kazantsev sebab tidak ditemukannya tanda pengenal di tubuhnya.
Dalam penggeledahan di tempat tinggal Kazantsev oleh Komite Investigasi Rusia, mereka menemukan Kazantsev memiliki pandangan neo-fasis dan ideologi Nazi. Hal senada juga disuarakan juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.
“Seseorang (Kazantsev) yang, tampaknya, termasuk dalam organisasi atau kelompok neo-fasis,” jelas Peskov.
Presiden Rusia, Vladimir Putin telah mengirim belasungkawa kepada keluarga korban.
“Presiden sangat bersimpati dengan semua orang yang kehilangan orang yang mereka cintai, anak-anak mereka dalam tragedi ini, dan berharap pemulihan bagi mereka yang terluka akibat aksi teroris yang tidak manusiawi ini,” kata Peskov.
Ini bukanlah kali pertama penembakan sekolah terjadi di Rusia.
Sebelumnya pada Oktober 2018, 20 orang meninggal ketika seseorang meledakkan bom dan mulai menembaki perguruan tinggi di Krimea, Rusia. Kemudian pada Mei 2021, 7 anak sekolah tewas di Kota Kazan, karena penembakan di sekolah.
Penembakan-penembakan itu mendorong Putin untuk membentuk langkah-langkah pengendalian senjata. Langkah-langkah itu segera menjadi UU pada Juni 2021 lalu.
Namun penembakan terbaru mempertanyakan keefektifan UU pengendalian senjata.
Untuk meninjau UU itu, Peskov mengungkapkan, pihak berwajib akan mengkaji keefektifan UU itu sehubungan dengan penembakan Senin lalu.
Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan
Baca juga:
Penampakan Kapal Jerman era Perang Dunia II Bermunculan di Sungai Mengering Serbia
Jam Tangan Hitler Laku Dilelang dengan Harga Fantastis
Peristiwa 14 Juli 1933: Pembubaran Seluruh Partai Politik Selain Nazi di Jerman
Sejarah 5 Juli 1943: Jerman Menyerang Uni Soviet dalam Pertempuran Kursk
Sejarah 14 Juni 1940: Jatuhnya Paris ke Tangan Nazi Jerman
Bantu Bunuh 3.500 Tahanan, Eks Penjaga Kamp Nazi Berusia 101 Tahun Dihukum Penjara