Sejarah 5 Juli 1943: Jerman Menyerang Uni Soviet dalam Pertempuran Kursk
Merdeka.com - Pertempuran Kursk pecah pada bulan Juli 1943 di sekitar kota Kursk Soviet di bagian Rusia barat, saat Jerman meluncurkan Operasi Citadel, sebagai respon Hitler atas kekalahannya oleh Tentara Merah Soviet di Pertempuran Stalingrad.
Dilansir dari laman history.com, Pertempuran Kursk sendiri merupakan kesempatan terakhir bagi pasukan Jerman untuk mendapatkan kembali dominasi di Front Timur selama Perang Dunia II, dan akan menjadi serangan blitzkrieg terakhir mereka.
Meski telah melakukan serangan besar-besaran yang telah direncanakan terhadap pasukan Soviet dengan menggunakan tank berat, artileri dan kekuatan udara, penundaan yang diambil oleh Adolf Hitler memberi Soviet waktu untuk mempersiapkan serangan balik.
Pada akhirnya, rencana Jerman untuk melenyapkan Tentara Merah gagal untuk selamanya, dengan tetap menyebabkan banyaknya banyak korban bagi kedua belah pihak.
Persiapan untuk Perang Besar
Pada tahun 1943, Operasi Barbarossa (invasi Jerman ke Rusia), Pertempuran Stalingrad, dan pertempuran lainnya telah melemahkan pasukan Hitler. Putus asa untuk mengisi kekosongan prajurit, ia merekrut veteran Perang Dunia I yang berusia hingga 50 tahun dan pemuda dari program Hitler Youth yang sebelumnya dibebaskan dari tugas di garis depan.
Pada bulan Maret 1943, setelah menekan perlawanan Rusia di Belgorod dan Kharkov dekat selatan Kursk Bulge, Marsekal Lapangan Jerman Erich von Manstein ingin memanfaatkan momentum dari tentara Rusia yang lelah berperang untuk merebut Kursk. Tetapi Wehrmacht (pasukan persatuan militer Jermana) memilih untuk mempersiapkan kampanye selanjutnya di sepanjang Kursk Bulge yang membuat mereka kehilangan peluang untuk unggul.
Selama beberapa bulan berikutnya, Jerman mengumpulkan lebih dari 500.000 orang, 10.000 senjata dan mortir, 2.700 tank dan senapan serbu dan 2.500 pesawat untuk menyerang Kursk Bulge dan merebut Kursk. Tetapi Soviet tahu sesuatu yang besar sedang dikerjakan dan mesin perang mereka bekerja keras untuk memproduksi tank, artileri, dan pesawat terbang terbaik.
Tentara Merah mengumpulkan persenjataan yang tangguh, yang mencakup pasukan hampir 1.300.000 orang, lebih dari 20.000 senjata dan mortir, 3.600 tank, 2.650 pesawat dan lima tentara cadangan yang terdiri dari setengah juta orang dan 1.500 tank tambahan.
Di utara Kursk Bulge ada Angkatan Darat ke-9 Jerman, yang terdiri dari tiga divisi Panzer dan lebih dari 300.000 orang; di selatan ada Tentara Panzer ke-4, yang juga memiliki lebih dari 300.000 orang dan kombinasi tank Panther dan Tiger. Angkatan Darat ke-2 Jerman berada di sebelah barat dengan sekitar 110.000 orang.
Pada saat Operasi Citadel berlangsung, kedua belah pihak maju dengan persenjataan lengkap, berawak dan siap untuk memusnahkan yang lain untuk mengubah arah perang.
Hitler Menunda Serangan
Jerman dikenal dengan taktik blitzkrieg – strategi kejutan yang memusatkan senjata di area untuk mengalahkan musuh. Mereka merencanakan serangan blitzkrieg di utara dan selatan Kursk, yang nantinya akan bertemu di tengah-tengah Kursk yang menonjol.
Meski ada peringatan dari beberapa jenderalnya untuk meninggalkan Operasi Citadel karena benteng besar dari Uni Soviet, Hitler bertekad untuk bergerak maju, tetapi tidak segera. Awalnya, tanggal memulai serangan adalah 3 Mei, tetapi Hitler memilih untuk menunggu cuaca yang lebih baik dan pengiriman tank Panther dan Tiger barunya yang canggih, meskipun belum pernah diuji di lapangan.
Rusia mengambil keuntungan penuh dari penundaan serangan ini dengan memperkuat zona pertahanan mereka di sekitar Kursk yang mencakup perangkap tank, jerat kawat berduri dan hampir satu juta ranjau anti-personil dan anti-tank. Dengan bantuan warga sipil Kursk, mereka juga menggali jaringan parit yang luas membentang setidaknya 2.500 mil.
Kesuksesan strategi Blitzkrieg bergantung pada elemen kejutan, dan pada saat Jerman siap meluncurkan Operasi Citadel, mereka telah kehilangan keunggulan itu. Lebih buruk lagi, Intelijen Inggris telah memecahkan kode rahasia Wehrmacht Jerman, dan memberikan informasi ke Soviet.
Operasi Citadel Dimulai
Pada dini hari tanggal 5 Juli 1943, di antara ladang gandum kuning yang mengelilingi Kursk Bulge, Operation Citadel siap diluncurkan. Tapi sebelum Jerman menyerang, Soviet lebih dulu melepaskan bom dengan harapan mencegah serangan Jerman. Bom itu menunda Jerman selama sekitar satu setengah jam, namun tidak memberi dampak yang besar.
Jerman melepaskan serangan artileri mereka di bagian utara dan selatan, diikuti oleh serangan infanteri di darat yang didukung oleh Luftwaffe (angkatan udara Jerman). Kemudian pagi itu VVS (angkatan udara Soviet), menyerang lapangan udara Jerman tetapi tidak berhasil.
Namun, pertahanan darat Tentara Merah mencegah tank Jerman, hingga dapat menembus pertahanan lapis baja mereka. Pada 10 Juli, Soviet telah menghentikan pergerakan Angkatan Darat ke-9 Jerman di utara.
Pertempuran Prokhorovka

historynet.com
Di selatan, Jerman mendapatkan keberhasilan dan berjalan ke pemukiman kecil Prokhorovka, sekitar 50 mil tenggara Kursk. Pada 12 Juli, tank dan senjata artileri self-propelled dari Tentara Tank Pengawal ke-5 Rusia bentrok dengan tank dan senjata artileri Korps SS-Panzer II Jerman.
Tentara Merah menderita kerugian besar namun berhasil mencegah Jerman menguasai Prokhorovka dan melanggar sabuk pertahanan ketiga mereka, yang secara efektif mengakhiri serangan Jerman. Pertempuran Prokhorovka itu juga sering disebut sebagai pertempuran tank terbesar dalam sejarah.
Serangan Balik Rusia Dimulai
Pada 10 Juli, pasukan Sekutu mendarat di pantai Sisilia, memaksa Hitler meninggalkan Operasi Citadel dan mengalihkan divisi Panzernya ke Italia untuk menggagalkan pendaratan Sekutu tambahan. Jerman mencoba serangan kecil di selatan yang dikenal sebagai Operasi Roland tetapi tidak dapat menembus kekuatan Tentara Merah dan mundur setelah beberapa hari.
Sementara itu, Soviet melancarkan serangan balasan dalam Operasi Kutuzov, di utara Kursk pada 12 Juli. Mereka menerobos garis Jerman di Orel salient dan pada 24 Juli memaksa Jerman untuk mundur kembali bahkan melampaui titik peluncuran awal Operasi Citadel.
Soviet memenangkan Pertempuran Kursk dan mengakhiri impian Hitler untuk menaklukkan Rusia. Namun ada juga yang menganggap Jerman memenangkan pertempuran taktis, tetapi tidak dapat menembus benteng Tentara Merah.
(mdk/ank)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya