Presiden Kamerun Paul Biya Resmi Maju Pilpres untuk Periode Kedelapan
Paul Biya adalah pemimpin negara yang paling senior di dunia saat ini dan masih aktif menjalankan tugasnya sebagai kepala negara.
Presiden Kamerun, Paul Biya, yang kini berusia 92 tahun, memulai kampanye pertamanya pada Selasa (7/10/2025).
Kampanye ini digelar menjelang pemilihan umum yang akan menentukan apakah dia akan melanjutkan masa jabatannya untuk yang kedelapan kalinya.
Paul Biya adalah kepala negara tertua yang masih aktif memimpin, sebagaimana dilaporkan oleh AP pada Rabu (8/10).
Dalam sambutannya di hadapan ribuan pendukung yang hadir di stadion kota Maroua, wilayah Utara Jauh, Paul Biya mengungkapkan komitmennya untuk meningkatkan keamanan di daerah yang sering mengalami serangan dari kelompok ekstremis, menurunkan angka pengangguran di kalangan pemuda, serta memperbaiki infrastruktur dan layanan sosial jika ia terpilih kembali.
"Saya memahami betul tantangan yang Anda hadapi. Saya tahu masih banyak harapan yang belum terwujud dan membuat sebagian dari Anda meragukan masa depan," katanya.
"Berdasarkan pengalaman panjang saya, saya dapat meyakinkan Anda bahwa semua masalah ini bisa diatasi," jelas dia.
Wilayah Utara Jauh, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, merupakan salah satu daerah termiskin di Kamerun dan sering menjadi target serangan dan penculikan oleh kelompok ekstremis Boko Haram.
Kawasan ini juga memiliki pengaruh politik yang signifikan, mencakup hampir 20 persen dari total 8,2 juta pemilih terdaftar.
Dua kandidat oposisi, yaitu mantan sekutu Biya, Bello Bouba Maigari, dan Issa Tchiroma Bakary, memiliki dukungan yang kuat di wilayah ini.
Kampanye kali ini merupakan penampilan pertama Biya setelah sekian lama tidak muncul. Ia baru saja kembali dari perjalanan selama seminggu ke Swiss, meskipun pemerintah tidak memberikan penjelasan resmi mengenai tujuan perjalanan tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Biya sering melakukan perjalanan ke Eropa untuk keperluan pribadi dan perawatan medis.