Presiden Iran Sebut Sanksi AS Akan Sebabkan Masalah Narkoba dan Terorisme Membludak
Rouhani memperkirakan permasalahan mulai dari narkoba, pengungsi dan serangan terorisme akan semakin berkembang jika sanksi terus diberikan.
Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan sanksi yang diberikan oleh Amerika Serikat akan memunculkan masalah baru yang tidak hanya merugikan negaranya, tetapi juga negara lain. Rouhani memperkirakan permasalahan mulai dari narkoba, pengungsi dan serangan terorisme akan semakin berkembang jika sanksi terus diberikan.
"Saya memperingatkan mereka yang menjatuhkan sanksi bahwa jika mereka terus melakukannya, maka kemampuan Iran untuk memerangi narkoba atau terorisme akan terpengaruh. Negara Anda juga akan tidak aman karena masalah narkoba, pencari suaka, serangan bom, hingga terorisme," kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan langsung di televisi pemerintah, dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (8/12).
Sebagaimana diketahui, perdagangan narkoba adalah tantangan serius bagi Iran karena negara tersebut berbatasan dengan Afghanistan, sebagai produsen opium terbesar di dunia, dan Pakistan yang merupakan negara transit utama untuk obat-obatan terlarang.
Sementara itu, secara terpisah Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa apabila AS terus menjual senjata ke Timur Tengah daripada ke negara di kawasan yang lebih membutuhkan, akan menjadi bumerang bagi negara tersebut.
"AS telah mengubah wilayah ini jadi mudah tersulut. Tingkat penjualan senjata AS tidak bisa dibendung dan jauh melampaui kebutuhan di kawasan. Hal ini menunjukkan kebijakan berbahaya yang dipilih oleh AS," ungkap Zarif.
Sebelumnya diberitakan bahwa Presiden AS Donald Trump telah keluar dari kesepakatan nuklir multilateral dengan Iran pada Mei lalu. Sejak bulan lalu, AS pun memberlakukan sanksi terhadap industri minyak Iran yang menjadi sumber pendapatan utama negara tersebut.
Baca juga:
Iran diguncang serangan bom bunuh diri di markas polisi, empat orang tewas
Pangeran Saudi: Ancaman Sesungguhnya Adalah Iran, Bukan Saya
Israel dituding sebagai dalang di balik sederet peristiwa besar
Presiden Iran Hasssan Rouhani bertekad tetap jual minyak meski dilarang AS
Presiden Iran sebut pembunuhan Jamal Khashoggi takkan terjadi tanpa perlindungan AS