Presenter BBC akui Barat sedang perang informasi dengan Rusia
Presenter BBC akui Barat sedang perang informasi dengan Rusia. Dalam sebuah wawancara yang disiarkan secara langsung, seorang pembawa acara berita BBC, media Inggris, mengatakan 'kita sedang perang informasi dengan Rusia'.
Dalam sebuah wawancara yang disiarkan secara langsung, seorang pembawa acara berita BBC, media Inggris, mengatakan 'kita sedang perang informasi dengan Rusia'. Pernyataan itu dikatakan presenter BBC Annita McVeigh ketika mewawancarai mantan Kepala Angkatan Laut Kerajaan Inggris Lord West.
Dalam wawancara itu West menyangsikan berita media Barat soal dugaan serangan senjata kimia di Kota Douma, Suriah yang menjadi alasan Amerika Serikat dan sekutunya melancarkan serangan rudal ke Suriah.
Menurut West, klaim menyatakan Basyar al Assad memerintahkan serangan gas kimia di Douma itu 'tidak benar'.
"Apa untungnya buat pasukan dia (Assad)?" kata dia, seperti dilansir laman Russia Today, Kamis (19/4).
"Kita juga tahu ada kelompok militan memakai senjata kimia dan jelas menjadi keuntungan besar bagi mereka jika menyebut serangan senjata kimia ini dilakukan oleh Assad."
West juga mempertanyakan 'bukti' yang diberikan oleh organisasi White Helmets dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang dia sebut keduanya tidak netral.
Mantan Kepala Angkatan Laut Inggris itu itu menyatakan dia tahu seperti apa rasanya berada dalam tekanan untuk mendukung kepentingan politik.
"Saya pernah berada dalam tekanan besar secara politik ketika serangan bom kita (Inggris) ke Bosnia sukses besar padahal tidak. Saya tahu seperti apa rasanya, karena itu saya tahu hal semacam ini bisa terjadi."
annita mcveigh ©belfast telegraph
Pada saat itulah presenter BBC McVeigh mengungkapkan kalimat pertanyaannya.
"Berhubung kita sedang dalam perang informasi dengan Rusia dan banyak kelompok lain, apakah menurut Anda mungkin tidak bijaksana untuk mengatakan hal ini kepada publik terkait posisi dan profil Anda?" tanya dia.
West kemudian menjawab, "Menurut saya jawabannya adalah, kalau ada ancaman maka hadapilah, kalau Assad tidak melakukannya maka itu kabar buruk. Kalau Assad tidak melakukan serangan itu maka harus dikatakan seperti itu. Kebijakan pemerintah kita terhadap Assad tidak pernah cerdas sejak 2013."
Baca juga:
Bantah serang Suriah tiba-tiba, AS sebut sudah lakukan upaya diplomasi
Ini alasan AS, Prancis, Inggris serang Suriah meski belum ada bukti dan disetujui PBB
Perang Dunia III ditakutkan pecah, dua negara ini diprediksi jadi lokasinya
AS, Inggris dan Perancis ajak Indonesia dukung tindakan mereka terhadap Suriah
Dubes AS, Inggris dan Perancis temui Menlu Retno jelaskan situasi Suriah