LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Polusi Udara Capai Level Terburuk, Pakistan Liburkan Sekolah Selama Seminggu

UNICEF melaporkan sekitar 600 juta anak di Asia Selatan terpapar polusi udara yang sangat tinggi.

Senin, 04 Nov 2024 11:45:00
pakistan
Kondisi kabut asap di Lahore, Pakistan, pada Minggu (3/11/2024). (Dok. AFP/Arif Ali) (© 2024 Liputan6.com)
Advertisement

Kota terbesar kedua di Pakistan, Lahore, akan menutup sekolah dasar selama seminggu akibat polusi yang mencapai level tertinggi. Pengumuman tersebut disampaikan pihak berwenang setempat pada Minggu (3/11) untuk melindungi jutaan anak dari paparan asap yang jauh melebihi batas aman.

Dalam beberapa hari terakhir, kabut asap menyelimuti kota yang berpenduduk 14 juta ini, yang merupakan kombinasi dari kabut dan polutan yang dihasilkan oleh asap diesel yang rendah, pembakaran lahan pertanian, dan winter cooling. Indeks kualitas udara yang mengukur berbagai jenis polutan, menurut data dari IQAir, menunjukkan angka lebih dari 1.000 pada hari Sabtu (2/11), jauh melampaui ambang batas 300 yang dianggap berbahaya.

"Prakiraan cuaca untuk enam hari ke depan menunjukkan pola angin yang tidak berubah. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menutup semua sekolah dasar, baik negeri maupun swasta, di Lahore selama seminggu," ujar pejabat senior perlindungan lingkungan Lahore, Jahangir Anwar, kepada AFP.

Penutupan tersebut akan berlangsung dari Senin (4/11) hingga Sabtu (9/11). Pemerintah juga menegaskan situasi akan dievaluasi kembali untuk mempertimbangkan kemungkinan perpanjangan penutupan sekolah.

Advertisement

"Kabut asap ini sangat berbahaya bagi anak-anak. Penggunaan masker di sekolah harus diwajibkan. Kami juga memantau kesehatan anak-anak di kelas senior," kata Marriyum Aurangzeb, menteri senior Punjab, pada Minggu, seperti yang dilaporkan Channel News Asia.

"Kami telah memasang penghitung kabut asap di rumah sakit," tambahnya.

Advertisement

Kurangi Angka Harapan Hidup

Terpapar udara beracun dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, di mana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan stroke, penyakit jantung, kanker paru-paru, dan gangguan pernapasan dapat muncul akibat paparan berkepanjangan.

Pekan lalu, badan perlindungan lingkungan Provinsi Punjab mengumumkan langkah-langkah pembatasan baru di empat area yang dianggap rawan di kota tersebut. Kendaraan tuk-tuk yang menggunakan mesin dua tak yang mencemari udara dilarang beroperasi, begitu juga dengan restoran yang memanggang tanpa sistem penyaringan. Sementara itu, kantor pemerintah dan perusahaan swasta meminta separuh stafnya untuk bekerja dari rumah mulai hari Senin.

Anak-anak sangat rentan terhadap polusi, karena mereka bernapas lebih cepat dan menghirup lebih banyak udara dibandingkan dengan ukuran tubuh mereka dibandingkan orang dewasa. Bulan lalu, pihak berwenang melarang anak-anak untuk berolahraga di luar hingga Januari dan menyesuaikan jam sekolah agar anak-anak tidak berangkat saat polusi berada pada level tertinggi.

Advertisement

Institut Kebijakan Energi Universitas Chicago melaporkan polusi udara yang melebihi batas aman menurut WHO dapat mengurangi harapan hidup penduduk Lahore rata-rata hingga 7,5 tahun. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya masalah polusi udara yang dihadapi kota ini dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang merupakan kelompok paling rentan.

Berita Terbaru
  • Anggota DPR Atalia Ungkap Kondisi Wanita Disekap-Dianiaya Selama 3 Tahun di Bandung: Infeksi Kepala Berat dan Terancam Buta
  • Bupati Natuna: Sekolah Satu Atap Solusi Pemerataan Pendidikan di Daerah Terpencil
  • Tim SAR Intensifkan Pencarian Penumpang Poto Tano yang Lompat dari KMP
  • Datang ke Rumah Jokowi, Grace Natalie dan Kader PSI Pakai Kaos 'pilih hidup sehat' dan 'atau hidup Jokowi'
  • Tragedi Ledakan KMP Aceh Hebat 2: Satu Taruna Meninggal Dunia Setelah Perawatan Intensif
  • berita update
  • konten ai
  • lahore pakistan
  • merdekaglobal
  • pakistan
  • polusi udara
Artikel ini ditulis oleh
Editor Hari Ariyanti
K
Reporter Khairisa Ferida
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.